WarBeT – Warga Bekasi Timur -, apakah pernah merasa stuck
– mentok - di dalam masalah karir, pendidikan atau hubungan sosial,
padahal sudah berupaya secara sungguh-sungguh? Karena merasa mentok begitu,
lalu kita jadi apatis, atau menyerah begitu saja, atau bahkan marah –
menyalahkan orang-orang di sekeliling kita?
Jika WarBeT berada dalam situasi itu, ada baiknya ikuti
kulikan berikut, semoga bisa menyalakan kembali api semangat untuk berjuang dan
berusaha menggapai cita.
Ujian Pasti Ada
Setiap manusia punya ujiannya sendiri. Ujian itu ada bukan
untuk memperdaya sehingga manusia terkapar tapi justru memperkaya kehidupannya
dengan pengalaman.
Jika WarBeT mentok dalam merintis usaha, disitulah terletak
ujian besar. Saat seperti itu kadang kita mempertanyakan kembali eksistensi
kita, apakah cara ini sudah benar, apakah jalan ini layak untuk dijalani. Pertanyaan-pertanyaan
itu seharusnya tidak dilontarkan sekarang melainkan jauh sebelumnya - sebelum
kita memulai.
Ketika sudah dalam perjalanan, pertanyaannya yang lebih
tepat dilontarkan seharusnya tentang bagaimana kita akan terus melanjutkan
rencana kita, jalan mana lagi yang bisa kita tempuh, cara apa lagi yang bisa kita
gunakan.
Ujian-ujian sepanjang perjalanan karier, Pendidikan maupun
hubungan sosial kita pasti akan muncul. Di sekolah kita bisa bertemu dengan
ulangan harian, ujian pekanan atau semesteran lalu ada juga ujian di akhir Tahun
Pelajaran. Semu aitu harus ditempuh untuk menilai apakah diri kita sudah layak
untuk naik ke jenjang berkutnya
Dalam karir dan hubungan sosial, kita juga akan menemukan
ujian-ujian. Membangun persahabatan tidak selamanya mulus – diisi canda ceria. Kadang
ada perselisihan pendapat, kejengkelan atau konflik. Semua itu perlu dihadapi,
dan bila kita berhasil mengatasinya, persahabatan akan terbangun makin kuat.
Kesungguh-sungguhan Pasti Ada Nilainya
Menghadapi ujian itu mesti dengan penuh kesungguhan. Pelajar
yang akan menempuh ujian, misalnya, wajib belajar. Tidak bisa datang
mengerjakan soal ujian tanpa belajar – ini seperti memastikan nilai buruk dalam
ujian.
Membangun usaha juga mesti bersungguh-sungguh. Jangan takut
dengan ujian. Seorang pedagang, misalnya, punya resiko merugi. Ini ujiannya. Bila
rasa takut merugi itu di besar-besarkan, kemungkinan dia tidak akan jadi
berdagang. Sebaliknya, hadapilah resiko merugi itu dengan penuh persiapan:
menyiapkan produk yang berkualitas, harga yang bersaing, promosi yang tepat, memilih
loksai yang strategis dan sebagainya.
Orang yang bersungguh-sungguh pasti akan dapat manfaatnya.
Di dalam ajaran Islam, ada jaminan Allah bahwa barangsiapa yang
bersungguh-sungguh menempuh jalan-Nya, akan ditunjukkan kepada jalan-jalan-Nya.
Artinya akan dibukakan pintu-pintu peluang bagi siapa saja yang
bersungguh-sungguh dalam usahanya.
Tips Tipis-tipis
Dalam memerangi mentok, berikut ada tips tipis-tipis buat
WarBeT semua:
Terus Melangkah Meski Lelah
Melakukan berbagai upaya dalam karir, pendidikan dan hubungan
sosial kita, ibarat melangkahkan kaki di jalan yang panjang nan berliku.
Perjalanannta berat dan melelahkan. Namun, betapapun lelah menyeret batin kita
untuk menyerah, jangan pernah pasrah.
Teruslah melangkah meski tertatih. Teruslah bergerak meski
tanpa ada sorak. Jalan yang kita tempuh mungkin masih panjang, namun setiap langkah
kecil kita hanya berarti satu: makin mendekatkan kita pada tujuan.
Lelah bukan alasan untuk meyerah kalah. Boleh saja kita
beristirahat mengambil nafas sejenak, mengumpulkan kembali kekuatan, namun
sesaat kemudian kita sudah harus mulai kembali menapaki jalan perjuangan ini.
Keberhasilan kita mencapai titik tujuan mungkin masih lama,
perjuangan kita mungkin masih jauh dari usai, tapi jangan berhenti. Karena saat
kita berhenti, kegagalan menjadi pasti.
Cepat Bangkit Saat Terjatuh
Ada kalanya dalam perjalanan kita salah melangkah, yang
menyebabkan kita terjatuh. Maka jangan jadikan kejatuhan kita sebagai alasan
untuk berhenti. Justru kita harus belajar dari kesalahan. Jangan ulangi salah Langkah.
Segera mulai Langkah baru.
Kealahan melangkah mungkin menyebabkan kita tertinggal sejenak
atau bahkan mundur sesaat, tetapi itu hanyalah kesempatan yang Allah berikan
untuk kita agar bisa mencari cara melenting lebih tinggi dan berjalan lebih
cepat.
Thoma Alfa Edison yang dikenal sebagai penemu lampu pijar
dikabarkanpernah mengatakan – setelah ratusan kali percobaannya gagal -, “Saya
tidak gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil". Dan
dia terus mencoba mencari cara lain hingga akhirnya dia berhasil.
Cepat Kembali Saat Tersesat
Saat berjalan, bisa jadi kita salah membaca petunjuk atau
salah membaca arah sehingga kita tersesat. Jika demikian, segera sadari
kesalahan kita, lalu berusahalah Kembali ke jalan yang benar.
Bisa jadi tersesatnya kita membawa kita ke jalur yang berbeda,
maka kita harus kembali fokus pada tujuan. Mungkin jalan yang baru ini memang
berbeda, tetapi selama tujuan kita masih bisa dicapai melaluinya, tidak ada
salahnya untuk dicoba. Yang terpenting adalah berupaya kembali ke jalan yang
benar.
Dalam ajaran Islam, ada orang-orang yang tersesat – menempuh
jalan yang salah – misalnya dengan melakukan berbagai kemaksiatan. Allah tidak
serta merta menghukumi mereka akan sesat selamanya. Bahkan jika mereka kembali ke
jalan yang benar, Allah akan sangat bergembira karenanya. Ini adalah motivasi
besar untuk kembali menempuh jalan-Nya – tidak berlama-lama dalam kesesatan.
Nah, WarBeT, bila kita hari ini kita menemui jalan buntu, marilah
kita bangkit dan mencoba mencari jalan lain agar kita bisa sampai ke tujuan.
Yang penting: tetap semangat!
/Tto
