![]() |
| Ilustrasi: Gemini AI |
Tak terasa,
kita sudah memasuki hari ketujuh di
bulan Ramadhan 1447 H. Apakah WarBeT – Warga Bekasi Timur – merasakan ada
perubahan dalam menjalani ibadah Ramadhan tahun ini?
Beberapa guru
secara bergurau pernah mengatakan bahwa setelah sepekan berpuasa, biasanya akan
ada “kemajuan” dalam shaf Shalat Tarawih berjemaah di Masjid. Maksudnya, jemaahnya
makin sedikit sehingga jumlah shafnya pun makin sedikit – makin “maju” mendekat
ke Imam!
Apakah WarBeT
juga merasakan ada kebosanan, sehingga tidak ikut sahalat Tarawih berjamaah di
Masjid? Atau merasa malas untuk bangun sahur karena merasa sudah terbiasa puasa
sehingga tanpa sahur pun akan kuat? Atau meninggalkan membaca Al Qur’an karena
ada banyak acara TV yang lebih menarik untuk ditonton?
Fix! WarBeT
perlu baca kulikan berikut ini, deh.
Detoks – Jernihkan Mindset
WarBeT –
pertama-tama mesti kita sadari bahwa rasa bosan dan malas melakukan kebaikan serta
merasa lebih tertarik melakukan hal yang kurang bermanfaat merupakan salah satu
jalan syetan untuk menyesatkan kita dari jalan kebenaran.
Bukankah
syetan dibelenggu selama Ramadhan? Iya, tetapi sifat syetan di dalam setiap
diri kita – seperti lebih memilih keburukan dari kebaikan – masih ada. Inilah
yang menjadi bibit dari berbagai perilaku buruk di bulan Ramadhan.
Makanya,
kita harus Bersiap membersihkan pemikiran kita dari berbagai hal yang buruk
tersebut. Kita harus mendetoksifikasi (menghilangkan racun-racun keburukan)
yang ada dalam pola pemikiran kita sehingga mindset kita akan jernih dalam
memandang persoalan atau dalam membuat pilihan dalam kehidupan.
Yang mesti
kita pahami bersama adalah bahwa Ramadhan adalah bulan Mulia – bulan yang penuh
dengan ampunan Allah, penuh dengan pahala, serta merupakan momentum langka yang
hanya terjadi setahun sekali.
Berusaha
melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan dikatakan sebagian ahli
sebagai mirip dengan aksi “profit taking” di dunia investasi. Orang berusaha
mendapatkan keuntungan dengan menjual asset investasi (berupa saham dll) saat harga
asset naik dan berada pada nilai tertinggi. Untungnya bisa berlipat-lipat!
Waktu untuk
“profit taking” ini sangat terbatas: hanya ada pada bulan Ramadhan – dan terjadi
hanya setahun sekali. Belum tentu di tahun depan kitab isa bertemu dengan
Ramadhan Kembali. Makanya kita harus berlomba melakukan kebikan itu sekarang – di
bulan Ramadhan ini.
Hal lain
yang perlu kita pahami adalah bahwa Ibadah – dan segala perbuatan baik di bulan
Ramadhan ini - yang kita lakukan, nilai positifnya akan kembali kepada kita. Berpuasa,
misalnya, dari sisi fisik kita akan mendapatkan manfaat seperti badan yang
sehat. Dari sisi mental ada banyak hikmah berpuasa – mesalnya menjadi arena Latihan
disiplin, upaya agar bisa berfikir jernih, membangun semangat sosial dan semangat
kebersamaan dll.
Selain itu,
kita perlu meyakini bahwa meninggalkan perbuatan baik berupa ibadah sunnah di
bulan Ramadhan, nilainya bukan sekedar “tidak berdosa”, melainkan “rugi
besar”! Bukan hanya rugi yang nyata karena gagal mendapatkan tambahan
pahala yang sangat banyak tetapi juga rugi karena kesempatan lagi baru akan datang
tahun depan!
Terapkan Kiat-kiat Ampuh
WarBeT,
sambil terus mendetoks agar mindset kita jernih, kita bisa pakai kiat-kiat
ampuh agar perbuatan baik kita, bisa terus berjalan.
- Jangan berhenti mencari ilmu, jangan bosan mengulang pelajaran. Ilmu itu mesti ada sebelum kita beramal, agar amal kita terarah. Berarti kita harus mencari ilmu. Selain itu, kadang kita lupa dengan ilmu yang telah kita pelajari, maka mengulang-ulang pelajaran juga perlu dilakukan.
- Bangun keyakinan diri tentang hal yang terbaik. Kita perlu melakukan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini. Untuk melakukannya, kita harus menggunakan ilmu yang kita punya. Dengan demikian kita yakin bahwa yang kita lakukan adalah yang terbaik. Memilih melakukan kebaikan mungkin bertentangan dengan keinginan, tetapi dengan ilmu kita bisa meyakinkan diri, mana pilihan terbaik.
- Kobarkan semangat kebersamaan dalam kebaikan.Terkadang jika kita berjalan sendirian, akan mudah merasa lelah. Maka kita butuh teman dalam perjalanan melakukan kebaikan. Teman ini yang akan menguatkan ketika kita lelah dan mengingatkan ketika kita salah.
Nah WarBeT
semoga dengan kulikan tadi, WarBeT Kembali bersemangat dalam melaksanakan
berbagai ibadah di bulan Ramadhan ini. Gas pol, gaes!
/Tto
