Mungkin chating, update status, searching, scroll Tiktok, dan lain sebagainya. Dampaknya, ia tidak memperhatikan teman bicaranya. Bahkan asyik dengan ponselnya sendiri. Secara umum, perilaku phubbing dianggap kasar, menyinggung, tidak sopan, dan merusak kepercayaan orang lain.
Perilaku phubbing dipacu oleh beberapa faktor, seperti kecanduan media sosial, kurangnya kontrol diri, nomophobia, dan perasaan takut ketinggalan (FOMO).
Kebiasaan ini terbentuk seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan semua orang dapat mengakses informasi, percakapan, hiburan, belanja dan jualan -- hanya dengan ponsel.
Jika dalam interaksi sosial secara umum saja perilaku phubbing dianggap tidak etis, terlebih dalam majelis UPA yang mulia. Phubbing saat UPA berlangsung adalah pelecehan terhadap kemuliaan dan kesakralan majelis.
Ketika ada seorang atau beberapa orang anggota asyik memainkan ponselnya saat UPA berlangsung, akan menyebabkan perasaan tidak nyaman bagi yang lain. Bahkan melukai perasaan anggota lainnya.
Misalnya:
- Pembimbing / Pembina yang sedang menyampaikan tausiyah atau materi pembinaan, merasa tidak didengarkan.
- Seorang anggota sedang menyampaikan pendapat, merasa diabaikan.
- Petugas UPA sedang menyampaikan taklimat, merasa dicuekin.
- Pembahasan suatu tema sedang berlangsung, tidak mendapat prioritas perhatian.
- Dan lain sebagainya
Untuk itu, di antara adab majelis UPA adalah:
- Meletakkan HP di tempat yang telah disediakan.
- Tidak beraktivitas dengan HP saat UPA berlangsung.
- Mematikan koneksi atau menonaktifkan HP saat UPA berlangsung.
Alasan boleh menggunakan HP saat UPA adalah karena tugas dari UPA. Seperti membaca taklimat atau membaca suatu informasi yang harus disampaikan di UPA, atau untuk tilawah Al Qur'an, atau tugas lain yang diberikan oleh UPA.
Ini semua demi menjaga suasana khidmat saat berlangsungnya UPA. Sehingga UPA menjadi efektif dan optimal hasilnya. Bisa menghasilkan kebersamaan hati, kesatuan pikiran, dan hasil pembahasan yang berkualitas.
Tujuan-tujuan UPA akan lebih bisa tercapai dengan cara menghindari phubbing. Adakah anggota UPA antum yang suka phubbing? Segera ingatkan dan beri nasehat dengan cara yang bijak. [@dikutip dari bidang kaderisasi Jawa Barat karya Ust. Cahyadi Takariawan]
