Tasikmalaya – Ketua Majelis Syuro PKS, Muhammad Sohibul Iman, menegaskan bahwa pria dan wanita memiliki amanah yang sama beratnya dalam menjalankan peran kehidupan. Keduanya memiliki tanggung jawab sesuai porsinya masing-masing dan saling melengkapi dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga bangsa.
Hal tersebut disampaikan Sohibul Iman saat memberikan arahan kepada peserta LATANSA (Latihan Wanita Siaga) yang diselenggarakan DPD PKS Kota Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Sohibul Iman menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti pembinaan sebagai ikhtiar menyiapkan perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjalankan berbagai peran strategis.
Menurutnya, menjadi pria maupun wanita sama-sama memiliki tantangan dan tanggung jawab yang besar, sehingga tidak perlu dipertentangkan, melainkan saling memahami, menghargai, dan menguatkan.
"Pria dan wanita memiliki beban tanggung jawab yang sama beratnya. Yang dibutuhkan adalah saling mendukung agar masing-masing mampu menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya," ujarnya, pada Minggu (28 Juni 2026)
Sohibul Iman menjelaskan bahwa melalui program LATANSA, PKS ingin mencetak wanita siaga yang memiliki kesiapan dalam tiga aspek utama.
Pertama, siaga di lingkungan keluarga. Seorang perempuan diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai ibu yang membangun generasi berakhlak dan berkualitas, sekaligus menjadi istri yang menjadi mitra terbaik suami dalam membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan penuh keberkahan.
Kedua, siaga di tengah masyarakat. Perempuan didorong untuk aktif mengambil bagian dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial, mulai dari pendidikan, pembinaan keluarga, kepedulian terhadap tetangga, hingga berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat.
Ketiga, siaga sebagai pemimpin masyarakat. Menurut Sohibul Iman, kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan formal seperti ketua organisasi, lurah, atau kepala desa. Siapa pun yang mampu memberikan pengaruh positif, menggerakkan kebaikan, dan menjadi teladan di lingkungannya, sejatinya telah menjalankan fungsi kepemimpinan.
"Kepemimpinan adalah tentang pengaruh. Ketika seseorang mampu menginspirasi dan mengajak masyarakat kepada kebaikan, maka ia telah menjadi seorang pemimpin, meskipun tanpa jabatan formal," jelasnya.
Melalui penyelenggaraan LATANSA, DPD PKS Kota Tasikmalaya diharapkan mampu melahirkan perempuan-perempuan yang tangguh, berdaya, serta siap mengambil peran strategis di lingkungan keluarga, masyarakat, dan bangsa sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
