🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...

Saat Dunia Terus Berubah, Lima Prinsip Ini Tak Boleh Ditinggalkan

ilustrasi seorang muslim yang memiliki prinsip dalam hidup

TARIBYAH ISLAMIAH- DI TENGAH dunia yang terus berubah, banyak orang yang kehilangan arah. Standar benar dan salah berganti mengikuti tren. Hari ini dianggap baik, besok bisa dianggap buruk. Yang dulu dipandang sebagai kemuliaan, kini sering dianggap sebagai beban. Seorang muslim tidak boleh hidup tanpa kompas. Ia harus memiliki prinsip yang kokoh, yang tidak berubah oleh waktu, tekanan, maupun keadaan. 

 Ada lima prinsip hidup yang menjadi fondasi seorang muslim dalam menjalani kehidupan:

1. Allahu Ghayatuna (الله غايتنا) 
Allah adalah tujuan kami. Inilah prinsip pertama dan paling mendasar. Seorang muslim tidak hidup untuk mengejar pujian manusia, jabatan, kekayaan, atau popularitas. Semua itu hanyalah sarana, bukan tujuan. Tujuan akhirnya hanya satu: meraih ridha Allah Ta'ala.

"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." (QS. Al-Bayyinah: 5) 

Ketika Allah menjadi tujuan, maka bekerja menjadi ibadah, belajar menjadi ibadah, berkeluarga menjadi ibadah, bahkan seluruh aktivitas hidupnya bernilai pahala di sisi-Nya.

2. Ar-Rasul Qudwatuna (الرسول قدوتنا) 
Rasul adalah teladan kami. Tidak cukup mencintai Nabi Muhammad saw. Kita juga harus meneladani beliau. Cara beliau beribadah, berdakwah, memimpin keluarga, bermuamalah, memaafkan, hingga menghadapi musuh adalah contoh terbaik sepanjang zaman. 

"Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi kalian..." (QS. Al-Ahzab: 21) 

Setiap kali bingung menentukan sikap, tanyakan kepada diri sendiri: "Bagaimana Rasulullah saw akan bersikap jika menghadapi dalam situasi ini?" 

3. Al-Qur'an Dusturuna (القرآن دستورنا) 
Al-Qur'an adalah pedoman hidup kami. Al-Qur'an bukan sekadar kitab yang dibaca ketika Ramadhan atau saat ada kematian. Al-Qur'an adalah petunjuk hidup. Untuk orang yang hidup. Dari Al-Qur'an kita belajar tentang akidah, ibadah, akhlak, keluarga, ekonomi, kepemimpinan, hingga kehidupan bermasyarakat. 

 "Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus." (QS. Al-Isra': 9) 

 Ketika Al-Qur'an menjadi rujukan, kita tidak lagi mengikuti hawa nafsu atau sekadar pendapat manusia.



REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama