🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...

The Inspiring Husband: Di Balik The Last Muslimah Standing

the inspiring dukungan suami untuk istrinya mengikuti LATANSA 2026

THE INSPIRING-Pagi itu, mentari belum sepenuhnya meninggi. Seorang istri sibuk menyiapkan perlengkapan untuk mengikuti Latansa DPD PKS Kota Bekasi. Di dalam tasnya tersimpan Al-Qur'an, buku catatan, mukena, dan sebotol air minum. Hari itu bukan sekadar menghadiri sebuah kegiatan. Hari itu adalah perjalanan menempa diri.

Di balik kesibukannya, sang suami memperhatikan dengan senyum yang sulit dijelaskan. Bukan senyum karena akan ditinggal seharian, melainkan senyum bangga karena wanita yang dicintainya sedang melangkah menuju medan perjuangan.

Sebelum istrinya berangkat, ia menggenggam kedua tangannya erat.
"Berangkatlah dengan tenang, Bunda. Rumah ini biar menjadi tanggung jawabku hari ini. Anak-anak akan baik-baik saja. 

Jangan pernah merasa bersalah meninggalkan kami untuk menuntut ilmu dan menguatkan perjuangan."

Mata sang istri mulai berkaca-kaca.
Sang suami melanjutkan,

"Di sana mungkin akan ada rasa lelah, ada kantuk, ada tantangan yang menguji fisik dan hati. Tapi ingatlah, setiap langkahmu dicatat Allah. Jangan pernah menyerah sebelum garis akhir. Jadilah muslimah yang bertahan ketika yang lain mulai lemah. Jadilah muslimah yang tetap tersenyum ketika ujian datang silih berganti."

Ia kemudian merapikan kerudung istrinya dengan penuh kasih.

"Aku ingin saat nanti namamu dipanggil sebagai The Last Muslimah Standing, bukan karena engkau paling kuat secara fisik, tetapi karena engkau paling kokoh menjaga niat. Kemenangan sejati bukan hanya berdiri di akhir perlombaan, tetapi tetap istiqamah hingga Allah meridhai setiap langkahmu."

Sang istri mengangguk pelan.
Suaminya kembali berkata,

"Kalau nanti terasa berat, ingatlah rumah ini selalu mendoakanmu. Ingatlah bahwa ada suami yang setiap selesai shalat memohon agar Allah menguatkan langkah istrinya. Aku tidak bisa menggantikan perjuanganmu di arena itu, tetapi aku akan menjadi orang pertama yang menyambut kemenanganmu dengan doa."

Ia menggenggam tangan istrinya lebih erat.

"Ketahanan lahir dari keyakinan. Kesabaran lahir dari cinta kepada Allah. Dan setiap perjuangan yang dilakukan dengan ikhlas akan selalu berakhir indah, meski mungkin bukan seperti yang kita bayangkan. Jangan takut lelah, karena surga tidak pernah dijanjikan untuk mereka yang berhenti di tengah jalan."

Sebelum melangkah menuju kendaraan, sang suami mengucapkan kalimat terakhir yang membuat hati istrinya semakin mantap.

"Pergilah... Aku mengizinkanmu bukan karena aku kehilangan waktumu hari ini. Aku mengizinkanmu karena aku ingin kelak kita dipertemukan kembali sebagai pasangan yang sama-sama memenangkan perjuangan di hadapan Allah. Genggamlah amanah itu sekuat-kuatnya... hingga akhir. Sebab aku percaya, akulah yang menggenggamnya, dan engkau adalah wanita yang Allah pilih untuk menyelesaikan perjuangan itu."

Sang istri tersenyum, menatap suaminya dengan penuh haru. Langkahnya kini terasa lebih ringan. Ia tahu, di balik setiap perjuangannya ada doa seorang suami yang tak pernah putus. Dan di balik setiap doa itu, tersimpan keyakinan bahwa kemenangan bukan hanya tentang menjadi yang terakhir bertahan, tetapi tentang tetap teguh memegang nilai-nilai perjuangan hingga akhir hayat.

The Last Muslimah Standing bukan sekadar slogan. Ia adalah tekad, kesabaran, ketahanan, dan cinta yang saling menguatkan. Ketika seorang suami menguatkan istrinya, dan seorang istri menjaga amanah perjuangannya, di situlah lahir keluarga-keluarga pejuang yang akan mengubah peradaban.

REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama