ilustrasi seseorang yang hanya sibuk dan sia-sia dengan medsos
MATERI TARBIYAH - SETIAP hari kita membuka TikTok, Instagram, YouTube, Facebook, WhatsApp, dan berbagai media sosial lainnya. Kita scroll... scroll. Video berganti. Konten berganti. Tanpa terasa satu jam berlalu. Dua jam berlalu. Berjam-jam kita habiskan hampir setiap hari hanya untuk menjadi konsumen media sosial.
Pertanyaannya: Berapa banyak waktu terbuang tanpa makna? Berapa banyak "racun" dibandingkan "obat" yang dimasukkan untuk hati dan pikiran kita?
Pertanyaannya: Berapa banyak waktu terbuang tanpa makna? Berapa banyak "racun" dibandingkan "obat" yang dimasukkan untuk hati dan pikiran kita?
Mulai sekarang.... jangan hanya asyik menjadi konsumen di media sosial. Jadilah produsen! Yang meng-uplod tulisan, video, infografis dan lain-lain di media sosial kita masing-masing. Aktiflah setiap hari! Agar medsos tak terlalu banyak menghasilkan "sampah" yang merusak peradaban manusia. Bukan berarti kita harus menjadi influencer atau memiliki ribuan pengikut. Produsen yang dimaksud adalah orang yang aktif membuat, mengemas, dan membagikan pesan yang baik, benar, dan bermanfaat.
- Bagikan ayat Al-Qur’an.
- Bagikan hadis yang sahih.
- Bagikan nasihat yang menyejukkan.
- Bagikan ilmu yang bermanfaat.
- Bagikan motivasi yang menguatkan iman.
- Bagikan ajakan kepada shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, menjaga akhlak, dan melakukan kebaikan.
Rasulullah saw bersabda:“Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)
Bayangkan jika setiap hari kita membagikan satu kebaikan. Satu orang membaca. Ia teringat untuk shalat.
- Seseorang membaca. Ia tergerak untuk berdakwah.
- Seseorang membaca. Ia kembali menata keluarganya.
- Seseorang membaca. Ia mengurungkan maksiat.
- Seseorang membaca. Ia mendapatkan semangat untuk memperbaiki hidupnya.
Kita mungkin tidak pernah bertemu dengannya. Tetapi Allah bisa mempertemukan kebaikan kita dengan hatinya melalui media sosial.
Karena itu, luangkan minimal satu jam sehari untuk menjadi produsen kebaikan di media sosial. Syukur-syukur bisa membuatnya sendiri. Tapi paling tidak bisa membagikan tulisan orang lain yang bermanfaat. Bisa mengutip kajian ilmu agama. Bisa menyebarkan konten dakwah yang rahmatan lil 'alamiin.
Yang penting, jangan hanya menghabiskan waktu untuk scrolling. Sisihkan waktu untuk creating dan sharing.
Jangan sampai timeline kita penuh dengan hiburan, tetapi hampir tidak ada dakwah mengingatkan kepada Allah. Jangan sampai konten yang merusak moral, menormalisasi maksiat, menyebarkan kebencian, atau mempromosikan pandangan yang bertentangan dengan iman memenuhi ruang digital, sementara orang-orang yang ingin menyebarkan kebaikan justru diam.
Kita tidak harus memerangi semua konten buruk.Tetapi kita bisa memperbanyak konten baik. Kita tidak harus memenangkan semua perdebatan. Tetapi kita bisa memperbanyak kebenaran yang disampaikan dengan hikmah.
Allah SWT berfirman: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik...” (QS. An-Nahl: 125)
Inilah salah satu medan jihad untuk berdakwah di zaman sekarang. Sebab saat ini media sosial adalah pasar perhatian. Kalau kita tidak mengisinya dengan kebaikan, maka ruang itu akan diisi oleh konten yang tiada faedahnya.
Jika ratusan, ribuan, jutaan muslim melakukan hal yang sama setiap hari, maka akan lahir jutaan pesan kebaikan yang memenuhi ruang digital, sehingga dakwah merajalela.
Pesan kebaikan merajalela. Ilmu yang bermanfaat merajalela. Dan konten yang merusak moral serta menjauhkan manusia dari Allah tidak dibiarkan menguasai ruang publik sendirian.
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali ‘Imran: 104)
Jadi, mulai hari ini: Jangan hanya scroll scroll saja. Produksilah!
Gunakan jempol kita untuk sesuatu yang kelak kita harapkan menjadi amal jariyah. Karena mungkin satu postingan kita hanya membutuhkan waktu satu menit untuk dibuat. Tetapi bisa jadi, manfaatnya terus mengalir bertahun-tahun setelah kita meninggal dunia.
Sebab di zaman ketika semua orang berlomba merebut perhatian, jangan biarkan perhatian manusia hanya dipenuhi keburukan.
Mari hadir.
Mari berkarya.
Mari berbagi.
Mari berdakwah.
JADILAH PRODUSEN DI MEDIA SOSIAL!
ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
