Jangan Takut! Allah Bersama Kita!

Ilustrasi: GeminiAI


Dalam hidup ini, terkadang (atau mungkin seringkali) kita mersa takut. Dengan berbagai macam ketakutan itu kita jadi tidak bisa melangkah lebih jauh dalam meraih kesuksesan. Bahkan karena ketakutan juga kita tidak mau memulai satu Langkah kebaikan.

 

Kulikan berikut wajib dibaca, supaya kitab isa bersahabat dengan rasa takut dan mulai mengambil sikap berani. Beranimenghadapi kenyataan hidup dan berani mendapatkan kesuksesan!

 

Takut, Takut, dan Takut….

 

Ada banyak macam ketakutan yang biasa kita hadapi

 

Takut Salah

 

Setiap aktivitas pasti mengandung resiko. Tetapi jika kita belum melakukan sesuatu lalu sudah merasa takut melakukan kesalahan, mesti kita cek dulu niat dan aktivitas yang bakal kita kerjakan.

 

Misalkan kita berniat mengisi perut yang terasa lapar, lalu aktivitas yang kita kerjakan adalah membeli makanan via online. Nah, kira-kira, dalam keadaan demikian, mengapa kita harus takut berbuat salah? Toh jenis dan harga makanannya sudah ada di menu. Kita tinggal klik, bayar lalu tunggu diantar.

 

Jangan takut salah agar aktivitas kita tidak tertunda!

 

Takut Gagal

 

Takut gagal ini 11 – 12 dengan Takut salah. Bisa jadi penghambat dalam beraktivitas.

 

Kita merasa takut aktivitas yang kita lakukan mengalami kegagalan. Padahal kegagalan bukanlah Hari Kiamat!

 

Takut gagal hanya berguna jika dengannya kita jadi cermat dalam mempersiapkan aktivitas kita. Mau bepergian dengan menggunakan TransUm, misalnya, kita perlu cek jadwal, tarif dan rutenya. Jika musim hujan seperti sekarang, baik juga kita bawa payung, atau jas hujan.

 

Takut Malu (Dipermalukan)

 

Takut Malu ini sebenarnya hanya masalah penempatan. Maksudnya, malu itu kan manusiawi. Tiap manusia punya rasa malu. Namun tetap rasa malu itu harus ditemp[atkan pada tempat yang semestinya.

 

Batal berangkat shalat ke masjid karena malu, misalnya. Nah, mengapa harus malu? Shalat berjamaah yang biasa kita lakukan di masjid kan berpahala besar.  Pahalanya 27 derajat lebih tinggi dari shalat sendirian. Mengapa harus malu?

 

Jadi koruptor, nah, itu yang harusnya malu!

 

Takut Miskin

 

Nah, ini sebenarnya bagus. Ada banyak orang yang merasa takut miskin lalu jadi giat berusaha, giat bekerja untuk memperbaiki taraf hidupnya, khususnya dalam hal ekonomi.

 

Masalahnya, jangan sampai Takut Miskin membuat kita menerabas semua peraturan, atau melakukan kejahatan. Mungkin kita bisa kaya harta, tapi pasti kita miskin moral!

 

Takut Bodoh

 

Jenis takut yang ini mungkin agak asing buat kita. Karena adanya program Wajib Belajar, setiap warga negara di Indonesia punya kesempatan untuk mengenyam Pendidikan, setidaknya Pendidikan Dasar, sehingga tingkat kebodohan ini bisa jauh berkurang.

 

Namun, kebodohan secara umum belum akan menjamin kesejahteraan kita. Bisa jadi kita sudah bisa mambaca dan manuls, namun bila kita tidak memahami apa yang kita baca, tentunya bakal menimbulkan masalah tersendiri, misalnya menandatangani dokumen yang tidak kita mengerti isinya. Belum lagi di zaman sekarang ini perkembangan ilmu dan teknologi makin pesat, sehingga masing-masing kita harus terus menambah ilmu.

 

Nah, dari sisi ini kita barangkali sangat memerlukan rasa takut bidih, sehingga akan mendorong kita untuk terus giat belajar mencari berbagai ilmu baru atau mendalami ilmu-ilmu yang sudah kita punya.

 

Allah Selalu Membersamai

 

Dari kulikan di atas, semoga teman-teman sudah punya PoV baru untuk tidak takut. Dalam artian tidak menjadikan takut sebagai alasan mengurungkan aktivitas kebaikan yang akan kita kerjakan.

 

Jangan lupa juag, bahwa dalam tiap aktivitas kita, Allah selalu membersamai. Apalagi saat kita melakukan aktivitas kebaikan. Allah pasti akan menolong.

 

Kuy, kita tinggalkan takut. Jadilah berani Bersama Allah!.

 

/Tto 


Berita Pilihan

أحدث أقدم