KOTA BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi, Bambang Purwanto, membuka kegiatan Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui pelatihan keterampilan fashion desain dan menjahit. Kegiatan berlangsung di LKP Dewi Qudwah, Taman Juanda, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kamis (25/6/2026).
Pelatihan tersebut diikuti 30 peserta dari masyarakat umum, serta 10 peserta penyandang disabilitas tuna rungu dari SLB Negeri di Kecamatan Medan Satria. Kehadiran peserta disabilitas menjadi wujud komitmen penyelenggara dalam menghadirkan program pendidikan vokasi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kompetensi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Nelly, Ketua Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) Kota Bekasi, Siti Rukayah, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bambang Purwanto menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen beserta seluruh pihak yang telah menghadirkan program peningkatan keterampilan bagi masyarakat Kota Bekasi. Menurutnya, pelatihan vokasi merupakan salah satu instrumen penting dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan serta seluruh pihak yang telah menghadirkan program pelatihan ini di Kota Bekasi," ujar Bambang.
Ia menilai, program pelatihan seperti ini tidak hanya memberikan bekal pengetahuan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.
"Program seperti ini sangat penting karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," katanya.
Lebih lanjut, Bambang menilai keterampilan di bidang fashion dan menjahit memiliki prospek yang menjanjikan di tengah berkembangnya industri kreatif dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, kemampuan tersebut dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun usaha mandiri sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
"Keterampilan menjadi modal yang sangat berharga. Menjahit dan fashion bukan sekadar kemampuan membuat pakaian, tetapi juga membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja," ungkapnya.
Bambang juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan secara maksimal. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebatas sertifikat, melainkan menjadi bekal untuk berkarya, berinovasi, dan membangun usaha yang berkelanjutan.
"Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya berhenti pada sertifikat, tetapi jadikan pelatihan ini sebagai langkah awal untuk berkarya dan berwirausaha," pesannya.
Sebagai wakil rakyat, Bambang menegaskan komitmen DPRD Kota Bekasi dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan penguatan ekonomi.
"Sebagai wakil rakyat, kami di DPRD Kota Bekasi tentu mendukung program-program peningkatan keterampilan masyarakat seperti ini, karena sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan, mengurangi pengangguran, dan memperkuat ekonomi keluarga," tegasnya.
Melalui pelatihan ini, Bambang berharap semakin banyak masyarakat Kota Bekasi, termasuk penyandang disabilitas, yang memiliki kompetensi dan kepercayaan diri untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri. Ia meyakini penguatan keterampilan vokasi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
