🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...

Di Atas Makammu, Kujemput Kembali Pesan Terakhirmu

renungan seorang anak kepada ibu, menjaga PESANNYA

MATERI TARBIYAH-"Ibu, kan kujaga selalu pesanmu..." Kalimat itu begitu sederhana, tetapi ketika seorang ibu telah tiada, ia berubah menjadi doa yang dipenuhi air mata. Banyak anak yang baru menyadari betapa berharganya nasihat seorang ibu ketika suara itu tak lagi terdengar. 

Sejak kita lahir, ibu adalah orang pertama yang mencintai kita tanpa syarat. Ketika kita belum mampu berjalan, ia menggendong. Ketika kita belum mampu berbicara, ia memahami tangisan kita. Ketika kita sakit, ia rela tidak tidur semalaman. Ketika kita gagal, ia menjadi orang pertama yang menguatkan. Ketika semua orang meragukan kita, ibu tetap percaya bahwa anaknya bisa bangkit. Begitulah cinta seorang ibu. Cinta yang tidak meminta balasan. 

Ironisnya, ketika ibu mulai menua, justru banyak anak yang mulai sibuk dengan dunianya sendiri. Allah Ta'ala mengingatkan: 

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua..." (QS. Al-Isra': 23). 

Perhatikan urutannya, setelah perintah mentauhidkan Allah, langsung disusul perintah berbakti kepada orang tua. Ini menunjukkan betapa agung kedudukan mereka. Ada sebuah kenyataan yang sering membuat hati tersentuh. 

Satu ibu mampu membesarkan banyak anak. Namun, banyak anak terkadang merasa berat merawat satu ibu. Dulu ibu membagi makanannya agar anak-anaknya kenyang. Kini, ada ibu yang harus menunggu anak-anaknya untuk sekadar mengantarnya berobat. Dulu ibu rela berpanas-panasan berjualan demi biaya sekolah anaknya. Kini, sebagian anak merasa terlalu sibuk hanya untuk menemani ibunya berbincang beberapa menit.

Padahal Rasulullah saw menempatkan ibu pada kedudukan yang sangat mulia. Seorang pria datang kepada Rasulullah saw dan bertanya, 

'Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk aku perlakukan dengan baik?' Nabi saw menjawab, 'Ibumu.' Pria itu bertanya lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi saw menjawab, 'Ibumu.' Pria itu bertanya lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi saw menjawab, 'Ibumu.' Pria itu bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi saw menjawab, 'Ayahmu.' " (HR. Bukhari No. 5971 dan Muslim No. 2548) 

Mengapa sampai tiga kali? Karena pengorbanan seorang ibu memang luar biasa. Mengandung dengan susah payah, melahirkan dengan taruhan nyawa, menyusui, mendidik, mendoakan, dan terus memikirkan anaknya bahkan ketika anak itu telah berkeluarga. Maka jagalah ibu saat ia menjadi lemah. Ada saatnya tangan yang dahulu menggendong kita mulai gemetar. Langkahnya melambat. Pendengarannya berkurang. Ingatannya mulai melemah. Di saat itulah Allah sedang menguji kita.

Apakah kita akan membalas kasih sayangnya?. Ataukah kita justru merasa kehadirannya menjadi beban? 

"Janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', jangan membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra': 23) 


ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]


REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama