🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...

Lā Tahzan! Di Balik Setiap Kesulitan, Allah Telah Menyiapkan Jalan Bahagia

 ilustrasi latahzan, selalu ada harapan

TARBIYAH ISLAMIAH-"Lā tahzan..." Dua kata sederhana yang berarti, "Janganlah bersedih." Kalimat ini bukan sekadar ungkapan penghibur, tetapi pesan yang berkali-kali diajarkan dalam Al-Qur'an kepada orang-orang yang beriman.

Hidup di dunia memang bukan tempat yang dijanjikan penuh kebahagiaan. Ada hari-hari ketika tubuh terasa sakit, rezeki terasa sempit, doa belum juga terjawab, orang yang dicintai pergi meninggalkan kita, atau usaha yang telah diperjuangkan bertahun-tahun justru berakhir dengan kegagalan.

Pada saat seperti itulah hati sering bertanya, "Mengapa aku harus mengalami semua ini?" Padahal, seorang mukmin meyakini bahwa setiap takdir Allah selalu mengandung hikmah, meski terkadang hikmah itu baru terlihat setelah waktu berlalu.

Allah Ta'ala berfirman:

"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman." 
(QS. Ali 'Imran: 139)

Ayat ini turun ketika kaum Muslimin mengalami luka dan kesedihan setelah Perang Uhud. Allah tidak langsung menghilangkan luka mereka, tetapi Allah menguatkan hati mereka. Seolah Allah berfirman, "Kesedihanmu bukanlah akhir dari segalanya."

Begitulah kehidupan. Setiap malam pasti berganti pagi. Setiap musim kemarau akan disusul hujan. Dan setiap air mata, insya Allah, akan berganti dengan senyuman.
Allah juga memberikan janji yang begitu menenangkan:

"Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." 
(QS. Al-Insyirah: 5–6)

Perhatikan, Allah tidak mengatakan "setelah kesulitan ada kemudahan," tetapi "bersama kesulitan ada kemudahan." Artinya, di balik setiap ujian yang sedang kita jalani, Allah telah menyisipkan jalan keluar yang mungkin belum kita lihat.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa tidak ada penderitaan seorang mukmin yang sia-sia.

Beliau bersabda:
"Tidaklah seorang Muslim tertimpa keletihan, penyakit, kesedihan, kegundahan, gangguan, maupun kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karena itu." 
(HR. al-Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573)

Betapa indahnya rahmat Allah.
Air mata yang kita sembunyikan dari manusia ternyata dicatat sebagai penghapus dosa. Rasa sakit yang membuat kita terbaring di tempat tidur ternyata menjadi sebab diangkatnya derajat kita di sisi Allah.

Karena itu, jangan pernah mengira bahwa Allah meninggalkanmu hanya karena doa belum dikabulkan atau jalan hidup terasa berat.

Boleh jadi Allah sedang:
  • menguatkan imanmu,
  • membersihkan dosamu,
  • menjauhkanmu dari keburukan yang tidak kamu ketahui,
  • atau menyiapkan nikmat yang jauh lebih besar daripada yang sedang kamu minta.
Allah mengingatkan:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."
 (QS. Al-Baqarah: 216)

REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama