ilustrasi latahzan, selalu ada harapan
Sering kali kita hanya melihat satu halaman kehidupan, sementara Allah melihat keseluruhan kisahnya. Hari ini mungkin kita menangis. Besok mungkin kita tersenyum. Dan kelak, ketika semua tabir disingkapkan, kita akan memahami mengapa Allah memilih jalan itu untuk kita.
- Maka jangan berhenti berharap.
- Teruslah berdoa meski belum melihat hasilnya. Teruslah bersabar meski ujian terasa panjang.
- Teruslah berbuat baik meski belum dihargai manusia.
Dan ingatlah, bagi seorang mukmin, akhir yang paling membahagiakan bukan hanya ketika masalah dunia selesai, tetapi ketika Allah memanggilnya dalam keadaan ridha, lalu memasukkannya ke dalam surga-Nya.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami ialah Allah,' kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.'"(QS. Fussilat: 30)
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami ialah Allah,' kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.'"(QS. Fussilat: 30)
Lā tahzan...
Mungkin hari ini hidupmu sedang berat. Mungkin langkahmu terasa lambat. Mungkin hatimu dipenuhi luka yang tidak diketahui siapa pun.
Mungkin hari ini hidupmu sedang berat. Mungkin langkahmu terasa lambat. Mungkin hatimu dipenuhi luka yang tidak diketahui siapa pun.
Namun yakinlah, selama engkau menggenggam iman dan bersandar kepada Allah, tidak ada kesedihan yang abadi. Setiap luka akan sembuh. Setiap kesulitan akan berlalu.
Dan pada waktunya nanti, engkau akan tersenyum sambil berkata,
"Ternyata Allah sedang menulis akhir yang jauh lebih indah daripada yang pernah aku bayangkan."
Lā tahzan... Allah tidak pernah meninggalkan hamba yang bersandar kepada-Nya.
