🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...

Banyak Taman Syurga di Dunia, Mengapa Kita Jarang Datang?

ilustrasi seorang pria sedang menuju halaah tarbiyah

MATERI TARBIYAH - TAHUKAH Anda bahwa kita bisa rutin berada di taman surga, padahal kita masih hidup di dunia?

Tempat itu adalah majelis ta'lim, tempat mengaji dan halaqoh ilmu. Liqo' atau mentoring Islam. Rasulullah saw bersabda:

“Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah.” Para sahabat bertanya, “Apa itu taman-taman surga?” Beliau menjawab, “Halaqah-halaqah dzikir." (HR. Tirmidzi)

Mungkin tempat itu terlihat sederhana, tetapi sangat mulia di sisi Allah SWT. Tidak selalu berada di gedung megah. Tidak harus dihadiri ribuan orang. Kadang hanya sebuah masjid kecil, rumah sederhana, atau ruang pertemuan dengan beberapa orang yang duduk melingkar. Namun di sanalah ayat-ayat Allah dibaca, hadits dipelajari, nasihat disampaikan, dan hati kembali diingatkan.

Maka, jangan hanya mencari tempat yang membuat tubuh nyaman. Carilah juga tempat yang membuat hati hidup. Kita bisa rutin ke kantor, rutin ke pasar, rutin ke pusat perbelanjaan, rutin berkumpul dengan teman, rutin membuka media sosial. Tetapi apakah kita juga rutin datang ke taman surga?

Padahal tubuh membutuhkan makanan setiap hari. Pikiran membutuhkan ilmu. Dan hati membutuhkan iman, dzikir, serta nasihat. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Adz-Dzariyat: 55)

Kita sebenarnya sudah banyak tahu. Kita tahu shalat itu wajib. Kita tahu dunia ini sementara. Kita tahu kematian pasti datang. Kita tahu dosa harus ditinggalkan. Kita tahu akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya.

Tetapi mengetahui tidak selalu berarti ingat. Karena itulah kita perlu rutin datang ke majelis ta’lim. Bukan karena kita tidak tahu apa-apa, tetapi karena kita mudah lupa dan mudah lalai.

Ada kalanya hati kita lelah. Masalah keluarga membuat kita gelisah. Pekerjaan membuat kita sibuk. Keinginan dunia membuat kita lalai. Berita dan media sosial membuat pikiran penuh. Berbagai ujian membuat kita kehilangan arah.

Lalu kita duduk di majelis ta’lim.
Mendengar satu ayat. Mendengar satu hadits. Mendengar satu nasihat. Tiba-tiba hati berkata:

“Ternyata aku masih punya Allah.”

Itulah salah satu keberkahan majelis ilmu. Rasulullah saw bersabda bahwa tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca dan mempelajari Kitabullah, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, para malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya. (HR. Muslim)

Bayangkan...
Kita hanya duduk mendengarkan kajian. Tetapi di alam yang tidak terlihat, para malaikat menaungi kita, rahmat Allah meliputi kita, dan nama kita disebut-sebut oleh Allah SWT di hadapan makhluk-Nya.

Lalu jika demikian, masihkah kita menganggap majelis ta’lim sebagai sesuatu yang biasa?

Jangan berkata: “Kalau hati saya sudah baik, baru saya ikut ke majelis.” Justru datanglah ke majelis agar hati menjadi lebih baik.

Jangan menunggu punya banyak ilmu untuk belajar agama. Belajarlah agar ilmu bertambah.
Jangan menunggu menjadi orang yang istiqamah untuk hadir. Hadirlah agar kita belajar istiqamah.

Dan jangan merasa, “Materinya sudah pernah saya dengar.” Boleh jadi ayatnya sama, tetapi kondisi hati kita sudah berbeda. Nasihat yang dahulu kita dengar biasa saja, mungkin suatu hari menjadi sangat berarti ketika kita sedang menghadapi ujian.

Satu kalimat yang kita dengar hari ini di majelis ta'lim mungkin menyelamatkan kita dari keputusan yang salah hari ini. Satu hadits yang kita dengar hari ini mungkin menjadi pegangan ketika kita berada dalam kesulitan.

Dan satu langkah kaki menuju majelis ilmu hari ini, boleh jadi menjadi amal yang sangat kita rindukan ketika sudah berada di alam kubur.

Jadi...
  • Jangan hadir hanya ketika sedang punya masalah
  • Jangan hadir hanya ketika sedang semangat.
  • Jangan hadir hanya ketika ustadz yang kita sukai mengisi kajian.
  • Jadikan majelis ta’lim sebagai kebutuhan.
Seperti tubuh yang membutuhkan makan, hati juga membutuhkan makanan.
  • Rutinlah ke taman surga.
  • Duduklah bersama orang-orang yang mengingat Allah.
  • Dengarkan ayat-ayat-Nya.
  • Pelajari sunnah Rasul-Nya.
Karena kita tidak pernah tahu, majelis mana yang menjadi sebab Allah mengampuni kita, nasihat mana yang mengubah hidup kita, dan pertemuan mana yang menjadi salah satu jalan keselamatan kita di akhirat.

Mungkin kita datang ke majelis ta’lim hanya membawa tubuh yang lelah. Tetapi semoga kita pulang membawa hati yang lebih tenang, iman yang lebih kuat, ilmu yang lebih bermanfaat, dan tekad yang lebih besar untuk taat kepada Allah.

Jadi, jangan remehkan majelis ta’lim, halaqoh, ngaji kelompok, atau mentoring Islam.

Rutinlah datang ke taman surga. Prioritaskan waktu berkunjung ke sana. Karena bisa jadi, tempat yang sederhana itu adalah tempat yang paling kita butuhkan untuk mempersiapkan perjalanan menuju surga yang sebenarnya.

ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]

REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama