ilustrasi seseorang yang stess memikirkan masalahnya
MATERI TARBIYAH - SETIAP manusia pasti memiliki masalah. Ada masalah keluarga, ekonomi, pekerjaan, kesehatan, atau masa depan. Yang membedakan bukanlah ada atau tidaknya masalah, tetapi bagaimana cara menyikapinya.
Sebagian orang menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan masalah. Siang dipikirkan, malam dipikirkan, bahkan sebelum tidur dan ketika bangun tidur pun masih memikirkannya. Akibatnya, hati menjadi gelisah, pikiran semakin kusut, tubuh ikut lelah. Tidak sedikit gangguan fisik yang dipicu oleh tekanan psikologis yang berkepanjangan. Masalah yang semula kecil akhirnya terasa begitu besar karena terus diputar dalam pikiran.
Islam mengajarkan jalan yang lebih indah: jangan hanya dipikirin, tapi dizikirin. Allah SWT berfirman,
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
Ketika hati dipenuhi zikir, ketenangan datang. Ketika hati tenang, pikiran menjadi jernih. Dan ketika pikiran jernih, solusi lebih mudah ditemukan. Sebab Allah tidak hanya memberikan ketenangan, tetapi juga jalan keluar bagi hamba-Nya yang bertakwa. Rasulullah saw bersabda,
"Barang siapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, memberikan kelapangan dari setiap kegelisahan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud)
Pertama, zikir bukan sekadar gerakan lisan. Zikir yang sempurna mencakup tiga hal.
Pertama, zikir hati. yaitu hati selalu mengingat Allah, bertawakal kepada-Nya, berharap hanya kepada-Nya, dan yakin bahwa semua urusan berada dalam genggaman-Nya.
Kedua, zikir pikiran, bagaimana pikiran digunakan untuk mentadabburi ayat-ayat Allah, merenungkan hikmah di balik setiap ujian, mencari solusi yang halal, dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Pikiran tidak dibiarkan menjadi tempat bersarangnya kecemasan, tetapi diarahkan untuk mengenal kebesaran Allah.
Ketiga, zikir perbuatan, anggota tubuh ikut mengingat Allah melalui amal saleh, berdakwah, ikhtiar yang sungguh-sungguh, menjauhi maksiat, menolong sesama dan menjalankan semua perintah-Nya. Inilah bukti bahwa zikir benar-benar hidup dalam diri seseorang.
Ketiga bentuk zikir ini saling melengkapi, hati mengingat Allah, akal memikirkan petunjuk-Nya, dan tubuh mengamalkan perintah-Nya.
Dan sebaik-baiknya zikir adalah Al-Qur'an. Kita membacanya dengan lisan, mentadabburinya dengan akal, menghayatinya dengan hati, lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Itulah zikir yang paling lengkap, paling dalam, dan paling membawa perubahan.
Jadi, saat masalah datang, jangan habiskan seluruh energimu untuk memikirkannya. Berpikirlah secukupnya agar menemukan jalan keluar, tetapi perbanyaklah berzikir agar Allah membukakan jalan yang mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiranmu.
Jangan hanya dipikirin, tapi dizikirin. Sebab yang menyelesaikan masalah bukan sekadar pikiran kita, melainkan pertolongan Allah yang turun kepada hamba yang selalu mengingat-Nya.
ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
