🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...

Saat Allah Membukakan Pintu Taubat, Itulah Rezeki Terbaik

ilustrasi taubatan nasuha menenangan hati, harta jabatan hanya titipan

MATERI TARBIYAH - DI ANTARA doa yang indah untuk kita panjatkan setiap hari adalah:

"Allahumma rozaqtana taubatan nasuha (Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami rezeki berupa taubatan nasuha)."

Mengapa kita meminta taubat sebagai rezeki? Karena tidak semua orang diberi hidayah untuk bertaubat. Banyak orang yang diberi harta, jabatan, kesehatan, bahkan umur panjang, tetapi tidak diberi hati yang mau kembali kepada Allah. Sebaliknya, ada orang yang hidup sederhana, namun Allah membukakan pintu taubat sehingga dosanya diampuni dan derajatnya ditinggikan.

Itulah sebabnya, taubatan nasuha adalah rezeki yang lebih berharga daripada kekayaan dunia. Allah Ta'ala berfirman,

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (taubatan nasuha)." (QS. At-Tahrim: 8)»

Taubatan nasuha adalah taubat yang lahir dari hati yang ikhlas; menyesali dosa, segera meninggalkannya, bertekad kuat untuk tidak mengulanginya, dan mengembalikan hak orang lain bila berkaitan dengan sesama manusia. Allah SWT berfirman,

"Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31)

Perhatikan, Allah menggantungkan keberuntungan kepada taubat. Ini menunjukkan bahwa keberuntungan sejati bukanlah banyaknya harta, tetapi bersihnya hati dari dosa. Rasulullah saw bersabda:

"Demi Allah, sungguh aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari." (HR. Al-Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau bertaubat seratus kali sehari. Padahal beliau adalah manusia yang telah diampuni dosanya. Lalu bagaimana dengan kita yang penuh kekurangan?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

"Taubat adalah awal perjalanan, pertengahan perjalanan, dan akhir perjalanan seorang hamba kepada Allah."

Artinya, seorang mukmin tidak pernah berhenti bertaubat. Semakin tinggi keimanannya, semakin besar rasa butuhnya kepada ampunan Allah.

Ibnul Qoyyim al Jauziyyah menjelaskan bahwa di antara tanda kebahagiaan seorang hamba adalah ketika Allah membukakan pintu taubat baginya. Sebab taubat membersihkan hati, menghapus dosa, mendatangkan cinta Allah, dan membuka pintu-pintu kebaikan lainnya. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)

Betapa mulianya rezeki ini. Harta hanya menyenangkan dunia. Jabatan hanya bertahan sementara. Kesehatanpun suatu saat akan berkurang. Namun taubatan nasuha menghadirkan ketenangan hati, menghapus dosa, mendatangkan cinta Allah, serta menjadi bekal menuju surga.

Karena itu, jangan hanya berdoa,
"Ya Allah, lapangkan rezekiku."

Tambahkan pula doa yang jauh lebih agung,

"Ya Allah, berikanlah aku rezeki berupa taubatan nasuha. Lembutkan hatiku untuk menyesali dosa, mudahkan lisanku beristighfar, kuatkan diriku meninggalkan maksiat, dan istiqamahkan aku hingga akhir hayat."

Sebab, tidak ada rezeki yang lebih baik daripada hati yang selalu kembali kepada Allah. Orang yang memperoleh taubatan nasuha sesungguhnya telah memperoleh salah satu karunia terbesar yang mengantarkannya kepada kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

ditulis oleh
[Satria Hadi Lubis]

REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama