🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...

Semakin Mencari Pengakuan, Semakin Kehilangan Ketenangan

ilustrasi seorang muslim yang hanya mencari pujian orang lain

MATERI TARBIYAH - CAPEK tidak, kalau hidup terus-menerus berusaha agar manusia mencintaimu? Berusaha menyenangkan orang. Takut dikritik. Sedih ketika tidak dihargai. Kecewa ketika kebaikanmu tidak dibalas. Lelah mengejar pengakuan yang tidak pernah ada habisnya. Padahal, sejak kapan tujuan hidup kita adalah mendapatkan cinta manusia?

Manusia memiliki hati yang berubah-ubah. Hari ini memuji, besok bisa mencela. Hari ini mendukung, besok bisa meninggalkan. Jika kebahagiaanmu bergantung pada perhatian manusia, maka hatimu tidak akan pernah benar-benar tenang.

Karena itu, berhentilah menjadikan manusia sebagai pusat perhatianmu. Fokuslah berbuat baik sesuai syariat Allah. Jika ada yang mencintaimu, bersyukurlah. Jika ada yang tidak menyukaimu, bersabarlah. Jika ada yang menghargaimu, jangan terbang. Jika ada yang meremehkanmu, jangan tumbang.

Kamu tidak akan mudah baper, tidak mudah sakit hati, dan tidak mudah kecewa, karena tujuanmu bukan mengambil hati manusia, tetapi mencari ridho Allah Ta'ala.
Biarlah manusia menilai sesuka mereka. Tugasmu bukan mengendalikan penilaian manusia. Tugasmu adalah memperbaiki amalmu di hadapan Allah.

Dicintai atau tidak dicintai manusia bukanlah fokus hidupmu. Yang menjadi fokus adalah: apakah Allah mencintaimu? Sebab, jika Allah sudah mencintaimu, itulah keberuntungan terbesar. Bahkan bila seluruh dunia tidak mengenalmu, engkau tetap menjadi orang yang mulia di sisi-Nya.

Maka sibukkanlah dirimu mengejar tanda-tanda cinta Allah.
  1. Apakah hari ini kamu semakin mudah bertaubat?
  2. Apakah shalatmu semakin khusyuk?
  3. Apakah hatimu semakin mencintai Al-Qur'an?
  4. Apakah maksiat semakin kamu benci?
  5. Apakah akhlakmu semakin baik?
  6. Apakah kamu semakin ikhlas dalam beramal?
  7. Apakah kamu semakin ringan melakukan kebaikan meskipun tidak ada yang melihat?

Semua itu jauh lebih penting daripada berapa banyak orang yang menyukaimu. Rasulullah saw bersabda dalam hadits riwayat Bukhari-Muslim bahwa apabila Allah mencintai seorang hamba, Allah memanggil Jibril dan berfirman, 

"Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia." 

Kemudian kecintaan itu disebarkan kepada penduduk langit, lalu Allah menjadikan hamba tersebut diterima di muka bumi. Jangan habiskan umurmu mengejar perhatian manusia. Habiskan umurmu mengejar cinta Allah.

Sibuklah berbuat baik. Sibuklah memperbaiki diri. Sibuklah mengejar ridho-Nya. Sebab ketika Allah mencintaimu, kamu tidak lagi gelisah dengan penilaian manusia. 

Dan ketika Allah ridho kepadamu, itulah kemenangan yang sesungguhnya.
"Kamu tidak akan mudah baper, tidak mudah sakit hati, dan tidak mudah kecewa, jika tujuan hidupmu bukan mengambil hati manusia, tetapi mencari ridho Allah SWT."

ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]

REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama