🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...

Kisah Tragis!Tenggelamnya Seorang Pembohong

RENUNGAN ISLAM - SEORANG pemuda sangat mahir berenang. Ia begitu bangga dengan kemampuannya. Hampir setiap hari ia berenang di sungai yang membelah desanya. Suatu hari, ketika sebuah perahu penuh penumpang melintas, tiba-tiba ia berteriak sekuat tenaga,

"Tolong...! Aku tenggelam!"

Mendengar teriakan itu, beberapa penumpang tanpa ragu melompat ke sungai. Dengan pakaian yang masih melekat di badan, mereka berenang sekuat tenaga demi menyelamatkan nyawa seseorang.

Namun, sesampainya di dekat pemuda itu, ia justru tertawa terbahak-bahak.
"Aku hanya bercanda. Aku ahli berenang!"

Orang-orang yang telah basah kuyup itu pulang dengan kecewa dan marah. Anehnya, pemuda itu mengulangi perbuatan yang sama berkali-kali kepada perahu-perahu lain. Baginya, melihat orang tertipu adalah hiburan.

Hingga suatu hari, hujan deras menyebabkan sungai meluap. Arus menjadi sangat deras. Dengan rasa percaya diri, ia kembali berenang seperti biasa.

Kali ini ia benar-benar terseret pusaran air. Ia berteriak meminta tolong. Sebuah perahu mendekat. Semua mendengar jeritannya. Namun tidak ada yang melompat.
Mereka mengira, "Itu hanya tipuan lagi."

Perahu terus berlalu. Tak lama kemudian, pemuda itu tenggelam. Keesokan harinya, jasadnya ditemukan mengapung di sungai. Betapa mahal harga sebuah kebohongan.

Allah Ta'ala juga berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur." (QS. At-Taubah: 119)

Rasulullah saw bersabda:
"Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Seseorang yang terus berkata jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur. Dan jauhilah dusta, karena dusta membawa kepada kefajiran, dan kefajiran membawa ke neraka. Seseorang yang terus berdusta akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta." (HR. Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607)

Imam An-Nawawi ketika menjelaskan hadis di atas menerangkan bahwa kejujuran adalah jalan menuju seluruh kebaikan, sedangkan dusta adalah pintu menuju berbagai dosa dan kebinasaan.

Hikmah :
  1. Jangan pernah menjadikan kebohongan sebagai candaan. Sekali orang kehilangan kepercayaan kepada kita, sangat sulit mengembalikannya.
  2. Berbohong bisa seperti narkoba, menagih dan membuat pelakunya tidak lagi merasa bersalah untuk berbohong. 
  3. Orang yang suka berbohong akan sulit mendapatkan kepercayaan walau saat itu sebenarnya ia sedang tidak berbohong. 
  4. Kita tidak harus berbohong, meski mengatakan kebenaran dapat menyebabkan kerugian, penderitaan, atau sakit. Kita tidak harus berbohong jika berbohong mungkin memberi kita uang, kekuasaan, atau kesenangan. 
  5. Kejujuran adalah modal terbesar dalam kehidupan. Harta bisa dicari, jabatan bisa diraih, tetapi kepercayaan membutuhkan waktu yang panjang untuk dibangun.
  6. Kebohongan sering kali terasa menguntungkan sesaat, tetapi merugikan di kemudian hari. Banyak orang jatuh bukan karena kurang cerdas, tetapi karena kehilangan kepercayaan.
  7. Seorang mukmin memilih jujur meski pahit. Sebab ia yakin bahwa pertolongan Allah datang bersama kejujuran, bukan bersama kebohongan.
Ingatlah, bukan karena sungai yang membunuh pemuda itu. Yang menenggelamkannya adalah kebohongan yang selama ini ia pelihara.

ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama