🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...

Tarbiyah Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Berawal dan Berakhir Dari Tarbiyah

ilustrasi tarbiyah menjadi sarana perubahan besar

MATERI TARBIYAH - BANYAK orang ingin melihat perubahan besar. Ingin lahir pemimpin yang amanah. Ingin masyarakat yang jujur. Ingin keluarga yang sakinah. Ingin dakwah berkembang. Ingin umat kembali berjaya. Namun sering kali kita lupa pada akar dari semua itu. Yaitu TARBIYAH.

Tarbiyah memang bukan segalanya. Sebab setelah dibina, seseorang tetap harus bekerja, berdakwah, berjuang, memimpin, berkorban, dan terus belajar. Tarbiyah bukan tujuan akhir, melainkan proses membentuk manusia agar mampu menjalankan semua amanah itu. Namun, hampir semua kebaikan besar selalu berawal dari tarbiyah.

Tidak ada bangunan yang kokoh tanpa fondasi. Tidak ada pohon yang rindang tanpa akar yang kuat. Begitu pula dakwah, Aktivitas yang besar hanya akan bertahan jika ditopang oleh pribadi-pribadi yang telah ditempa melalui proses tarbiyah.

Rasulullah saw tidak langsung membangun peradaban Madinah. Beliau terlebih dahulu membina para sahabat di Makkah selama bertahun-tahun. Mereka ditanamkan tauhid, keikhlasan, kesabaran, ukhuwah, dan ketaatan kepada Allah. Setelah manusianya terbentuk, barulah lahir masyarakat terbaik dalam sejarah. Allah Ta'ala berfirman:

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah." (QS. Al-Jumu'ah: 2)

Perhatikan urutannya. Rasulullah saw membacakan wahyu, menyucikan jiwa, lalu mengajarkan ilmu. Inilah hakikat tarbiyah: membangun hati sebelum membangun organisasi, membangun karakter sebelum membangun peradaban.

Sebaliknya, banyak kegagalan berawal dari kurangnya tarbiyah. Ilmu ada, tetapi tidak amanah. Jabatan tinggi, tetapi lemah integritas. Organisasi besar, tetapi rapuh ukhuwahnya. Semangat tinggi, tetapi mudah futur ketika menghadapi ujian.

Karena itu, ketika sebuah gerakan melemah, jangan hanya mencari strategi baru. Lihat kembali kualitas tarbiyahnya. Ketika kader mulai kehilangan semangat, jangan hanya menambah program. Perkuat kembali pembinaan ruhiyah, ilmu, dan akhlaknya.
Menariknya, bukan hanya awal yang membutuhkan tarbiyah. Akhir perjalanan pun ditentukan oleh tarbiyah.

Istiqamah hingga akhir hayat tidak lahir secara tiba-tiba. Husnul khatimah bukan hadiah bagi orang yang sesekali berbuat baik, melainkan buah dari proses panjang mendidik hati agar selalu dekat kepada Allah.

Karena itu, tarbiyah tidak pernah mengenal kata lulus. Selama hayat masih dikandung badan, selama itu pula kita membutuhkan tarbiyah untuk memberikan nasihat, muhasabah, berbagi ilmu, sahabat sholih, dan lingkungan yang sehat.

Imam Malik rahimahullah pernah berkata, "Siapa yang tidak dididik oleh orang tuanya, maka akan dididik oleh zaman." Betapa beruntungnya orang yang memilih dididik oleh Al-Qur'an dan Sunnah sebelum kerasnya kehidupan mendidiknya dengan berbagai ujian.
Maka jangan pernah meremehkan sebuah halaqoh kecil, liqo' yang sederhana, nasihat seorang murabbi, atau tilawah yang rutin. Boleh jadi dari situlah lahir pemimpin, ulama, da'i, ayah yang saleh, ibu yang tangguh, dan generasi yang mengubah peradaban.

Tarbiyah memang bukan segalanya. Tetapi jika ingin mencari dari mana semua kebaikan bermula, jawabannya adalah tarbiyah. Dan jika ingin menjaga agar semua kebaikan itu tetap hidup hingga akhir hayat, jawabannya juga tetap sama: Tarbiyah.

ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]

REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama