MATERI TARBIYAH - Pernahkah kita merasa lelah, padahal tidak banyak bergerak?. Badan mungkin baik-baik saja, tetapi pikiran penuh. Banyak yang dipikirkan. Banyak yang dikhawatirkan. Banyak urusan yang belum selesai. Saat seperti itu, cobalah berhenti sejenak di masjid. I'tikaf di rumah Allah.
- Tidak perlu menunggu Ramadan.
- Tidak harus berjam-jam.
- Tidak harus menunggu hati benar-benar tenang.
Masuklah ke masjid, duduklah sejenak, lalu diam bersama Allah. Ambillah Al-Qur'an. Bacalah beberapa ayat dengan perlahan. Kemudian tunaikan shalat. Perbanyak dzikir dan doa. Biarkan untuk beberapa saat dunia berada di luar masjid, sementara hati kita berada di hadapan Allah.
Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra'd: 28)
Menariknya, kita sering mencari kebahagiaan ke mana-mana, kecuali di masjid. Mencari hiburan. Mencari tempat yang indah. Mencari makanan yang enak. Scrolling media sosial berjam-jam.
Tetapi kebahagiaan yang kita cari sebenarnya begitu dekat: Masjid. Al-Qur'an. Shalat. Dzikir. Dan waktu beberapa menit untuk bersama Allah.
Duduk diam i'tikaf di masjid bukan berarti membuang waktu. Justru bisa menjadi cara mengisi kembali energi jiwa yang terkuras oleh kesibukan dunia. Di masjid, kita belajar bahwa tidak semua persoalan harus diselesaikan hari ini. Ada yang cukup kita serahkan kepada Allah.
Tidak semua kegelisahan harus dijawab dengan berpikir keras. Ada yang cukup ditenangkan dengan sujud.
Tidak semua kesedihan harus diceritakan kepada manusia. Ada yang lebih indah jika dicurahkan kepada Allah dalam doa. Maka, cobalah membuat sebuah kebiasaan sederhana:
“Itikaf sejenak di masjid.”
Misalnya, luangkan 15–45 menit dalam sehari atau beberapa kali dalam sepekan.
- Datang ke masjid.
- Shalat.
- Baca Al-Qur'an.
- Dzikir.
- Berdoa.
Jangan hanya menjadikan masjid sebagai tempat singgah ketika shalat. Jadikan masjid sebagai tempat kita “pulang” ketika hati membutuhkan ketenangan.
Sebab terkadang kita tidak membutuhkan liburan yang jauh. Kita hanya membutuhkan waktu sejenak untuk berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan kembali menghadap Allah.
- Itikaf sejenak di masjid.
- Mereguk kebahagiaan.
- Menemukan ketenangan.
- Menguatkan hubungan dengan Allah.
Jadikan ia rutinitas, bukan sekadar aktivitas ketika sedang bermasalah. Karena hati yang sering berkunjung ke rumah Allah, insya Allah akan lebih mudah menemukan ketenangan di tengah kesibukan dunia.
Luangkan waktu untuk masjid ke sebelum hati kita benar-benar kehabisan cahaya. Rutinkan waktu untuk i'tikaf di rumah Allah untuk mereguk kebahagiaan sejati.
ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
