“NO HARD FEELINGS” artinya tidak ada rasa sakit hati, tidak ada dendam, atau tidak tersinggung. Dalam kehidupan, mungkin ada orang yang pernah mengecewakan, menyakiti, meremehkan, atau bahkan mengkhianati kita.
Kita boleh terluka.
Kita boleh kecewa.
Tetapi jangan biarkan luka berubah menjadi dendam.
Allah Ta’ala berfirman:“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.” (QS. An-Nur: 22)»
Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan. Memaafkan juga bukan berarti kita harus kembali dekat atau memberikan kepercayaan seperti sebelumnya. Memaafkan adalah membebaskan hati dari beban kebencian.
Kalau pernah disakiti, ambillah pelajarannya. Kalau pernah dikhianati, jadilah lebih bijaksana. Kalau seseorang memilih pergi, ikhlaskan kepergiannya. Tidak perlu membalas. Tidak perlu menyimpan dendam. Tidak perlu terus membicarakannya.
Serahkan saja kepada Allah SWT. Sebab kita tidak akan pernah benar-benar tenang dan bahagia jika masih sibuk menghitung kesalahan orang lain.
Kadang-kadang kalimat terbaik setelah sebuah hubungan, persahabatan, atau persoalan berakhir adalah: “Aku tidak membencimu. Aku tidak menyimpan dendam. Aku hanya memilih melanjutkan hidup dengan tenang.”
No hard feelings.
Bukan karena kita tidak pernah terluka, tetapi karena kita memilih damai daripada dendam, memaafkan daripada membenci, dan menyerahkan urusan kepada Allah daripada terus menyimpan sakit hati.
Maafkan. Lepaskan. Ambil pelajaran. Lanjutkan perjalanan.
Semoga Allah menjadikan hati kita lapang, lembut, dan mudah memaafkan.
ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
