🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...

RUGI! Jika Jalani Hidup Tanpa Keajaiban Allah

ilustrasi seorang muslim yang hidupnya selalu ingat Allah

MATERI TARBIYAH - SEBAGIAN manusia hidupnya terasa logis. Bekerja, lalu mendapatkan penghasilan. Membuat rencana, lalu memperoleh hasil sesuai usaha. Semuanya berjalan menurut logika.

Itu baik. Tetapi hidup orang yang beriman semestinya tidak hanya dibangun di atas logika. Semestinya ada tangan Allah yang bekerja di balik apa yang tidak mampu kita lihat. Ada rezeki yang datang dari arah yang tak disangka-sangka. Ada masalah yang tiba-tiba menemukan jalan keluar. 

Ada pertolongan Allah yang hadir ketika semua pintu terasa tertutup. Allah SWT sendiri berfirman:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(QS. Ath-Thalaq: 2–3)

Ayat ini memastikan bahwa kehidupan orang beriman tidak selalu berjalan datar seperti rumus matematika. Ada pertolongan Allah dari arah yang tak disangka, yang tidak simetris dengan usahanya.

Ia tetap bekerja keras, tetapi tidak hanya mengandalkan pekerjaannya. Ia menggunakan logika, tetapi tidak mempertuhankan logika. Ia membuat perencanaan, tetapi percaya bahwa Allah memiliki rencana yang jauh lebih sempurna.

Karena itu, terkadang Allah Ta'ala memberikan hasil yang jauh melampaui apa yang kita usahakan. Terkadang Dia menutup satu pintu agar kita menemukan pintu yang lain. Terkadang kehilangan yang membuat kita menangis justru menjadi jalan menuju sesuatu yang lebih baik.

Itulah keajaiban hidup seorang mukmin. Itulah hidup para Nabi, para sahabat Rasulullah saw, dan orang-orang sholih sepanjang sejarah peradaban manusia.

Namun ada satu hal yang jauh lebih penting daripada semua keajaiban itu: merasakan kehadiran Allah dalam setiap perjalanan hidupnya. Inilah yang disebut ihsan.

Rasulullah saw menjelaskan apa itu ihsan:
“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa rugi hidup Anda sebagai muslim jika hidupnya datar tanpa plot twist (surprise). Bisa ditebak dan garing, persis seperti film rating rendah karena membosankan. 

Padahal hidup hanya sekali, mestinya film kehidupan kita seru karena banyak plot twist-nya akibat merasakan kehadiran Allah dalam pertolongan-Nya yang tak disangka.   Berkelindan antara hidup yang logis dan hidup yang ajaib karena mendapatkan surprise dari Allah Ta'ala. 

Bukankah indah jika hidup ...
  1. Sedang tidak punya duit, tiba-tiba ada yang kirim uang?
  2. Sedang bingung apa jalan keluarnya, tiba-tiba dapat ilham tentang solusinya?
  3. Sedang sakit bahkan dianggap tak bisa disembuhkan, tiba-tiba sembuh
  4. Sedang berusaha cari jodoh, tiba-tiba ketemu jodoh di tempat tak terduga
  5. Sedang mentok karirnya, tiba-tiba ada tawaran pekerjaan yang prospek? 
Itulah hidup orang yang beriman. Dapat keajaiban bahkan dalam hal-hal sederhana. Ia tidak pernah merasa sendirian, karena hatinya selalu bersama Allah dan yakin dengan pertolongan-Nya.

Maka jangan ukur masa depan Anda hanya dengan keadaan hari ini. Boleh jadi kita tidak melihat jalan, tetapi Allah sudah menyiapkannya. Boleh jadi kita tidak tahu dari mana pertolongan datang, tetapi Allah mengetahuinya. Yang penting yakin dan terus melakukan usaha terbaik, memperbanyak doa, berbuat baik, banyak ibadah dan terus berdakwah.

“Ikatlah dan bertawakallah.”
(HR. Tirmidzi)

Berusahalah sekuat tenaga, tetapi jangan bergantung kepada usaha. Hadirkan Allah dalam setiap langkah kehidupan dan YAKIN akan pertolongan-Nya. 

Karena terbukti atau tidaknya rumus keajaiban pertolongan Allah ini adalah tingkat keyakinan kita. Semakin yakin semakin terbukti, semakin ragu semakin tidak terbukti. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi :

"Aku berada pada sangka hamba-Ku"
(HR. Bukhari)

Suatu hari, ketika kita menoleh ke belakang, mungkin kita akan berkata: "Masya Allah... ternyata semua perjalanan hidupku bukan kebetulan. Allah sudah hadir dalam hidupku dan mengatur semuanya.” 

Itulah indahnya hidup yang ajaib. Sekali lagi, Anda rugi jika hidup yang hanya sekali ini berjalan membosankan karena mudah ditebak. Terlalu logis, seperti hidup orang kafir yang rumus hidupnya usaha sama dengan hasil. Padahal hidup orang beriman adalah usaha sama dengan hasil yang tak terduga, ajaib. 

Bukan karena hidup selalu mudah dan impian selalu terwujud. Tapi karena kita menjalaninya bersama kehadiran Allah, Sang Maha Kuasa, dengan pertolongan-Nya. Inilah puncak kebahagian. Sudah "bertemu" Allah di dunia (ihsan), sebelum bertemu dengan-Nya di surga kelak.

ditulis oleh [/Satria Hadi Lubis]
Ikuti channel : 
t.me/satriahadilubis
REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama