MATERI TARBIYAH - USIA bertambah adalah sebuah kepastian. Setiap hari kita semakin dekat dengan akhir perjalanan kehidupan. Tetapi menjadi pribadi yang semakin dewasa, bijaksana, rendah hati, dan bermanfaat adalah pilihan kita setiap hari.
Semakin dewasa, kita belajar bahwa tidak semua perkataan harus dibalas dan tidak semua perbedaan harus diperdebatkan. Menang dalam perdebatan tidak selalu berarti menang dalam kehidupan. Pilih memaafkan, karena menjaga hati lebih mulia daripada memenangkan pertengkaran. Tahan amarah dan maafkan kesalahan orang lain.
“Orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134)
Semakin tua, seharusnya kita juga semakin rendah hati. Apa yang kita miliki hanyalah titipan Allah. Jabatan bisa berakhir. Harta bisa berkurang. Popularitas bisa hilang. Pada akhirnya, yang tersisa bukanlah apa yang kita kumpulkan, tetapi amal yang kita persembahkan kepada Allah. Karena itu, gunakan sisa usia untuk berbuat kebaikan dan memberi manfaat.
Semakin panjang usia, semakin banyak orang yang kita kenal. Namun semakin tua, kita juga semakin menyadari bahwa persaudaraan jauh lebih berharga daripada sekadar banyaknya kenalan. Jenguk yang sakit. Bantu yang kesulitan. Hibur yang sedang bersedih. Syukuri keberhasilan orang lain. Jangan iri dan dengki. Dan jangan lupa mendoakan mereka yang telah mendahului kita. Rasulullah saw bersabda:
"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada sebuah kenyataan yang sering kita lupakan. Setiap bertambah usia, sesungguhnya jatah waktu kita semakin berkurang. Karena itu, jangan habiskan sisa usia untuk marah berkepanjangan, iri dan membenci, sibuk membuktikan diri, memperbesar masalah kecil, atau mengejar pengakuan manusia. Gunakan waktu yang tersisa untuk beribadah, berkarya, berbagi, memperbaiki diri, mempererat silaturahim, dan memberi manfaat.
Kita tidak tahu berapa lama lagi hidup. Yang kita tahu, waktu terus berjalan.
“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-'Asr: 1–3)
Kita tidak bisa memilih untuk kembali muda. Tetapi kita masih bisa memilih untuk menjadi: lebih dewasa, lebih bijaksana, lebih bermanfaat, lebih bersaudara, dan lebih bertakwa. Jangan sebaliknya, semakin tua semakin kekanakan, semakin sempit pikirannya, semakin egois, semakin emosional, dan semakin jauh dari Allah Ta'ala.
Pengalaman hidup jangan hanya menjadi cerita masa lalu. Jadikan pengalaman sebagai bekal untuk membimbing generasi setelah kita dengan mendidik dan membina, berbagi ilmu dan pengalaman. Jadikan sisa umur sebagai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, memperbanyak amal, mempererat persaudaraan, dan semakin mendekat kepada Allah.
TUA adalah keniscayaan.
DEWASA adalah pilihan.
BIJAK adalah proses.
BERTAKWA adalah tujuan.
Kita tidak akan ditanya berapa lama kita hidup. Tetapi kita akan mempertanggungjawabkan untuk apa umur itu kita gunakan.
Maka, selama Allah masih memberikan kesempatan:
- Kurangi mengeluh, perbanyak bersyukur.
- Kurangi membenci, perbanyak memaafkan.
- Kurangi mengejar dunia, perbanyak bekal akhirat.
- Kurangi mencari kesalahan orang, perbanyak memperbaiki diri.
- Dan kurangi sibuk membuktikan diri, perbanyak menjadi manusia yang bermanfaat.
ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
