MATERI TARBIYAH - JIKA orang tuamu mulai takut untuk menegurmu, hati-hati. Bisa jadi, potensi menjadi anak durhaka sudah ada di depan mata.
Orang tua yang berani menegur bukan berarti tidak sayang. Justru teguran sering kali lahir dari cinta, kepedulian, dan keinginan agar anaknya tetap berada di jalan kebaikan. Mungkin cara orang tua menegur kurang tepat, sehingga menyinggung perasaan anak. Tapi esensi nasehatnya datang dari kasih sayang sejati kepada anaknya.
Namun, ketika orang tua sudah tidak berani lagi menegur karena takut anak marah, tersinggung, atau menjauh, ada sesuatu yang perlu kita renungkan.
- Mungkin mereka sudah takut.
- Mungkin mereka sudah lelah.
- Mungkin mereka khawatir kehilanganmu.
Teguran hari ini mungkin terasa menyakitkan, tetapi bisa menyelamatkan kita dari penyesalan di hari esok. Maka, hormatilah orang tuamu selagi mereka masih ada. Jangan menunggu mereka tiada untuk menyadari betapa berharganya nasihat mereka. Jangan sampai penyesalan datang ketika semuanya sudah terlambat.
Rasulullah saw bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua.” (HR. Tirmidzi)
Jika orang tuamu masih mau menegurmu, bersyukurlah. Itu tanda mereka masih peduli.
"Belajarlah menerima nasihat dari orang tua dengan rendah hati, meskipun cara menyampaikannya terkadang tidak sesuai dengan keinginanmu."
ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
