Hari Esok Lebih Baik dari Hari Ini: Resolusi Hidup Muslim Berbasis Al-Qur’an

 

Ilustrasi: GeminiAI


Teman-teman ada yang punya keinginan atau tekad bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini? Wah, ini keinginan dan tekad yang super mantap!

 

Jika ada diantara teman-teman yang baru tergugah sekarang dan mulai berfikir untuk menjadikan semboyan “hari esok harus lebih baik dari hari ini” sebagai bagian dari resolusi di tahun baru, yuk kita kulik langkah-langkah awalnya.

 

Perlu Petunjuk

 

Memulai langkah baru dalam kehidupan ini mirip-mirip dengan punya gadget baru. Kita perlu petunjuk. Saat berhadapan dengan gadget baru, kita biasanya punya tombol bantuan berbentuk tanda tanya, atau tombol “Help” atau tombol “F1” atau lainnya, yang bila di klik akan menuntun kita mencari tahu tentang apa dan bagaimana memecahkan permasalahan kita.

 

Dalam kehidupan juga demikian. Kita perlu petunjuk tentang bagaimana menentukan Langkah baru dalam rangka menuju “hari esok lebih baik dari hari ini”. Bagi kita kaum Muslimin, petunjuk itu jelas sudah ada di depan kita: Al Qur’an.

 

Al Qur’an Adalah petunjuk, penjelasan dari petunjuk dan pembeda antar yang benar dan yang salah. Ini semua merupakan bagian dari petunjuk bagi umat manusia. Makanya kita perlu berpegang kepada Al Qur’an dalam tiap langkah di kehidupan kita.

 

Salah satu petunjuk yang dapat ditemukan dalam Al Qur’an terkait hal itu Adalah dengan terlebih dahulu mematangkan sisi persiapan yang dituangkan dalam bentuk dzikir dan fikir. Hal ini bisa ditemukan dalam surat Ali ‘Imran ayat 190-191.

 

Dzikir Membangun Kedekatan dan Mengundang Rahmat

 

Dalam ayat 190 Surat Ali ‘Imran disebutkan bahwa penciptaan langit, bumi, pergantian malam dan siang, semuanya menjadi tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal sehat, yang mau berfikir secara jernih.

 

Penciptaan alam semesta ini sudah menjadi bukti keberadaan Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mengatur, Yang Maha Memberi segalanya yang ada pada diri dan lingkungan kita. Karenanya kita tidak akan ragu untuk berusaha mendapatkan petunjuk-Nya dalam menjalani kehidupan ini.

 

Untuk memudahkan memperoleh petunjuk itu, kita perlu mendekat kepada-Nya dengan melakukan dzikir yang banyak. Baik dzikir di dalam hati maupun yang kita ucapkan. Dalam ayat 191 surat Ali ‘imran bahkan disebutkan bahwa pengulang-ulangan dzikir ini dilakukan dalam berbagai kondisi: berdiri (termasuk berjalan dan berlari), duduk maupun berbaring (ingat bahwa sebelum tidur ada doa yang harus dibaca, demikian juga setelah bangun tidur).

 

Dari dzikir yang banyak ini diharapkan akan diperoleh kedekatan dan curahan Rahmat Allah berupa petunjuk-petunjuk ke jalan kebenaran dan kebaikan.

 

Fikir: dari Reasoning ke Tindak Nyata

 

Fikir adalah aktivitas yang menyertai dzikir, sebagaimana disebutkan dalam ayat 191 surat Ali ‘Imran.

 

Dengan memikirkan kejadian penciptaan langit dan bumi yang teramat dahsyat, kita akan memahami bahwa semua itu diciptakan dengan sesuatu tujuan mulia, sesuatu yang besar yang mengandung banyak kebaikan. Oleh karenanya, kita wajib menyadari dan berusaha mewujudkan misi hidup kita sebagai pemakmur bumi.

 

Kita bermohon kepada Allah agar dihindarkan dari siksa neraka, yang berarti juga kita bermohon agar diberikan petunjuk jalan melakukan berbagai kebaikan dan meninggalkan keburukan.

 

Inilah yang menjadi dasar bagi tindakan-tindakan nyata kita dalam kehidupan.  Dari yang kecil-remeh, sampai yang besar. Misalnya dari tersenyum kepada saudara kita, menyingkirkan gangguan di jalan sampai turut aktif memerangi penjajahan di atas dunia.

 

Momen akhir tahun yang mengandung beberapa hari libur ini, cocok untuk dijadikan waktu tambahan buat berdzikir dan berfikir, sehingga kitab isa menyongsong tahun baru 2026 M dengan resolusi baru: menjadikan esok lebih baik dari hari ini.

 

/Tto


Berita Pilihan

أحدث أقدم