Mas Sekjend Muhammad Kholid saat bertemu Prof. Dorodjatun Kuntjoro
JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, menyempatkan diri bersilaturahim sekaligus menjenguk guru besarnya, Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, yang baru kembali ke rumah usai menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam kunjungan tersebut, Kholid mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan sosok akademisi dan negarawan yang pernah membimbingnya saat menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).
Menurutnya, pertemuan itu menghadirkan rasa tenang sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi keilmuan sepanjang hayat.
"Alhamdulillah, saya bisa menjenguk langsung Prof. Dorodjatun. Melihat kondisi beliau yang terus berangsur pulih memberikan rasa lega. Semoga Allah SWT segera mengangkat penyakit beliau dan mengembalikan kesehatan seperti sediakala," ujar Kholid.
Meski telah berusia 86 tahun, Kholid menilai kemampuan berpikir dan daya ingat Prof. Dorodjatun masih sangat tajam. Percakapan yang berlangsung hangat mengalir tanpa sekat, sebagaimana hubungan seorang guru dengan muridnya.
"Beliau pernah mengemban amanah besar sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Namun, di hadapan murid-muridnya, beliau tetap rendah hati, hangat, dan penuh perhatian," tuturnya.
Dalam perbincangan tersebut, keduanya membahas berbagai isu strategis, mulai dari dinamika geopolitik dunia, perkembangan ekonomi global, hingga tantangan yang tengah dihadapi Indonesia. Menurut Kholid, seluruh persoalan dijelaskan Prof. Dorodjatun secara runtut, sistematis, namun tetap sederhana sehingga mudah dipahami.
"Rasanya seperti kembali menjadi mahasiswa di ruang kuliah. Cara beliau menjelaskan persoalan masih sangat bernas, penuh kedalaman, dan membuka banyak perspektif baru," katanya.
Kholid juga mengenang perjalanan intelektual gurunya yang merupakan salah satu tokoh aktivis Gerakan Malari 1974. Prof. Dorodjatun, lanjutnya, pernah berguru kepada dua tokoh besar ekonomi Indonesia, yakni Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo dan Prof. Widjojo Nitisastro.
Dari keduanya, Prof. Dorodjatun mewarisi tradisi berpikir yang kuat secara akademik sekaligus berpihak pada kepentingan bangsa.
Bagi Kholid, pertemuan tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa semangat belajar, rasa ingin tahu, dan kepedulian terhadap persoalan bangsa tidak dibatasi oleh usia.
"Beliau adalah bukti nyata bahwa intelektualitas sejati tetap hidup selama semangat belajar dan rasa ingin tahu terus dipelihara. Fisik boleh menua, tetapi pikiran yang terus diasah akan tetap memberi cahaya bagi generasi berikutnya," ungkapnya.
Di akhir kunjungannya, Kholid menyampaikan doa agar proses pemulihan Prof. Dorodjatun berjalan lancar dan beliau dapat kembali beraktivitas dalam kondisi sehat.
"Terima kasih Prof. atas waktu, nasihat, dan ilmu yang selalu menginspirasi. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan umur, dan membalas seluruh jasa beliau dalam mencerdaskan bangsa," pungkasnya.
