TARBIYAH ISLAMIYAH-BANYAK orang menganggap tujuan pendidikan adalah menjadi
pintar, kaya, sukses, atau memiliki jabatan tinggi. Semua itu memang
baik, tetapi bukan itu tujuan tertinggi.
Dalam Islam, puncak pendidikan bukan sekadar melahirkan orang
yang cerdas, melainkan melahirkan manusia yang mengenal Rabbnya, mengagungkan-Nya, dan hanya beribadah kepada-Nya. Itulah
Tauhid.
Ilmu yang tidak mengantarkan seseorang kepada Tauhid hanyalah
menambah informasi, tetapi belum tentu menambah hidayah.
Sebaliknya, Tauhid menjadikan setiap ilmu memiliki arah, nilai, dan keberkahan.
Karena itulah, nasihat pertama seorang ayah yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an bukan tentang bisnis, karir, atau prestasi akademik, melainkan tentang Tauhid.
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia
memberi pelajaran kepadanya, 'Wahai anakku! Janganlah engkau
mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman
yang sangat besar.' (QS. Luqman: 13)
Inilah fondasi seluruh pendidikan Islam. Sebelum mengajarkan banyak hal, tanamkan terlebih dahulu siapa yang harus disembah,
dicintai, ditakuti, dan diharapkan.
Rasulullah saw juga memulai dakwah selama bertahun-tahun dengan
membangun Tauhid sebelum hukum-hukum Islam diturunkan secara
sempurna. Sebab hati yang telah bertauhid akan lebih mudah
menerima seluruh perintah Allah.
Allah SWT berfirman,
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka
beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Jika tujuan hidup manusia adalah ibadah. Maka pendidikan yang benar adalah pendidikan yang mempersiapkan manusia untuk
menjalankan tujuan penciptaannya (yaitu ibadah).
Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa seluruh amal, akhlak,
dan ibadah tidak akan diterima tanpa Tauhid. Tauhid adalah pondasi,
sedangkan amal-amal yang lain adalah bangunannya.
Karena itu, orang tua jangan hanya bangga ketika anaknya menjadi
juara kelas, tetapi lebih bangga ketika anaknya menjaga salat,
mencintai Al-Qur'an, jujur, dan takut kepada Allah.
Guru jangan hanya mengejar nilai ujian, tetapi juga menanamkan keimanan.
Lembaga pendidikan jangan hanya menghasilkan lulusan yang
kompeten, tetapi juga lulusan yang bertauhid.
Sebab kecerdasan tanpa Tauhid bisa melahirkan kesombongan.
Kekuasaan tanpa Tauhid bisa melahirkan kezaliman. Kekayaan tanpa
Tauhid bisa melahirkan kerusakan.
Namun ketika Tauhid menjadi pusat pendidikan, ilmu akan
melahirkan ketakwaan, akhlak akan semakin mulia, dan keberhasilan
dunia menjadi jalan menuju kebahagiaan akhirat.
Puncak pendidikan bukanlah gelar yang tinggi, tetapi Tauhid yang tertanam kuat di dalam hati. Sebab manusia yang paling terdidik adalah manusia yang paling mengenal Allah dan paling taat kepadaNya.
ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
