iustrasi perbandingan hidup tenang dan tidak tenang
TARBIYATUL ISLAMIAH-MENGAPA banyak orang memiliki harta, jabatan, dan keluarga yang baik, tetapi tetap gelisah? Mengapa ada yang hidup serba cukup, namun hatinya selalu merasa kurang?Jawabannya bukan karena kurangnya dunia, tetapi karena kurangnya mengenal Allah (ma'rifatullah).
Hati manusia diciptakan oleh Allah. Karena itu, tidak ada yang mampu menenangkan hati selain Dia. Dunia hanya mampu menghibur sesaat, tetapi tidak dapat mengisi kekosongan jiwa. Sebab, kebutuhan terbesar manusia bukan sekadar makan, minum, atau tempat tinggal, melainkan mengenal Rabb yang menciptakannya. Allah Ta'ala berfirman:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
Namun, seseorang tidak akan mampu banyak mengingat Allah jika ia belum mengenal-Nya. Semakin dalam ma'rifatullah, semakin mudah lisan berzikir, semakin khusyuk shalatnya, dan semakin tenang hatinya menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Orang yang mengenal Allah yakin bahwa semua ketetapan-Nya pasti baik. Ia tidak mudah putus asa ketika kehilangan, tidak sombong ketika mendapatkan, dan tidak takut berlebihan terhadap masa depan. Ia percaya bahwa Rabb yang mengatur alam semesta juga sedang mengatur hidupnya dengan penuh hikmah.
Semakin seseorang mengenal Allah, semakin ia menyadari betapa luas kasih sayang-Nya, betapa sempurna kebijaksanaan-Nya, dan betapa besar nikmat yang selama ini ia terima. Dari situlah tumbuh mahabbatullah—cinta yang tulus kepada Allah. Allah Ta'ala berfirman:
"Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu..." (QS. Muhammad: 19)
Perhatikanlah, Allah memulai dengan perintah "ketahuilah". Ilmu dan pengenalan kepada Allah didahulukan sebelum amal. Ini menunjukkan bahwa ma'rifatullah adalah fondasi keimanan.
1 | 2 halaman berikutnya
