ilustrasi perbandingan hidup tenang dan tidak tenang
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang memperoleh rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am: 82)
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang memperoleh rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am: 82)
Perhatikan, Allah Ta’ala mengaitkan rasa aman dan petunjuk dengan kemurnian Tauhid. Semakin bersih Tauhid seseorang, semakin besar ketenangan yang akan Allah anugerahkan kepadanya. Dan tak mungkin seseorang bertauhid, jika ia tidak mengenal Allah.
Karena itu, jangan hanya sibuk mencari solusi untuk menenangkan pikiran, tetapi sibukkanlah diri untuk mengenal Allah lebih dalam. Pelajari nama-nama dan sifat-sifat-Nya, baca dan tadabburi ayat Al-Qur'an, perbanyak zikir, perbaiki shalat, dan jauhi maksiat. Semua itu akan menumbuhkan ma'rifatullah dalam hati.
Ketika hati telah mengenal Allah, ibadah tidak lagi terasa sebagai beban. Shalat menjadi kebutuhan, Al-Qur'an menjadi teman, doa menjadi tempat kembali, dan ketaatan menjadi sumber kebahagiaan.
Ketenangan sejati bukanlah ketika semua masalah selesai. Ketenangan sejati adalah ketika hati yakin bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Maka, jika hari ini hati terasa sempit, jangan hanya bertanya, "Bagaimana masalah ini selesai?" Bertanyalah juga, "Sudah sejauh mana aku mengenal Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya?"
Sebab, ma'rifatullah adalah awal dari semua ketenangan. Semakin kita mengenal Allah, semakin kecil dunia di mata kita, dan semakin besar rasa percaya kepada kehendak-Nya.
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang mengenal-Nya, mencintai-Nya, dan merasakan ketenangan dalam setiap takdir yang Dia tetapkan.
"Semakin dalam mengenal Allah, semakin besar cinta kepada-Nya, dan semakin dekat jalan menuju surga-Nya."
ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
1 | 2 | halaman sebelumnya
