MATERI TARBIYAH - SEBAGIAN orang mengira kebahagiaan akan datang setelah semua urusan selesai. Setelah pekerjaan beres. Setelah kebutuhan terpenuhi. Setelah cita-cita tercapai. Setelah hidup terasa nyaman.
Padahal, kebahagiaan tidak selalu berada di ujung perjalanan. Kebahagiaan justru bisa ditemukan sepanjang perjalanan, terutama ketika perjalanan itu diisi dengan kebaikan dan dakwah.
Dakwah bukan sekadar mengajak orang lain menjadi baik. Dakwah adalah cara seorang muslim menghadirkan kebahagiaan dalam hidupnya sendiri.
Dakwah membuat kita terus belajar menjadi lebih baik, sambil mengajak orang lain menuju kebaikan. Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali 'Imran: 104)
Perhatikan akhir ayat tersebut: “Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dakwah ternyata bukan hanya tugas. Ia juga jalan menuju keberuntungan dan kebahagiaan..
Memang, berdakwah tidak selalu mudah. Ada yang tidak mendengarkan. Ada yang salah memahami. Ada yang mengkritik. Ada pula yang mungkin membalas kebaikan dengan keburukan. Namun seorang da'i tidak menjadikan penerimaan manusia sebagai ukuran kebahagiaannya.
Tugas kita adalah menyampaikan dengan hikmah. Tugas kita adalah memberi teladan. Tugas kita adalah terus berbuat baik. Hidayah adalah urusan Allah.
Rasulullah saw sendiri pernah ditegaskan bahwa beliau tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang beliau cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki. (QS. Al-Qashash: 56)
Karena itu, jangan berhenti berdakwah hanya karena merasa belum sempurna. Kita tidak harus menjadi manusia sempurna untuk mengajak kepada kebaikan. Tetapi kita harus terus berusaha agar apa yang kita dakwahkan juga kita perjuangkan dalam diri kita.
Dakwah adalah perjalanan kebahagiaan. Kadang kita berjalan dengan semangat. Kadang kita lelah. Kadang kita kecewa. Kadang kita merasa sendirian. Namun hati kita bahagia.
Sebab selama langkah itu menuju Allah, tidak ada satu langkah pun yang sia-sia.
Bahkan senyum yang kita berikan, nasihat yang kita sampaikan, ilmu yang kita bagikan, waktu yang kita korbankan, dan kesabaran yang kita latih dalam dakwah—semuanya dapat menjadi bekal menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.
Bahkan senyum yang kita berikan, nasihat yang kita sampaikan, ilmu yang kita bagikan, waktu yang kita korbankan, dan kesabaran yang kita latih dalam dakwah—semuanya dapat menjadi bekal menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.
Maka, jangan menunggu bahagia untuk berdakwah. Berdakwahlah, dan rasakan kebahagiaan itu di sepanjang jalan. Mungkin kebahagiaan itu bukan ketika semua orang mengikuti kita. Kebahagiaan adalah ketika kita tahu bahwa hidup kita bermanfaat bagi orang lain dan semakin dekat kepada Allah.
Bukankah Rasulullah saw bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, dan ad-Daruquthni)
ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
