🔴 UPDATE
Memuat berita terbaru...
✕

Dahulukan Hak Allah Niscaya Selesai Urusan Duniamu

ilustrasi seorang pemuda yang taat kepada Allah

MATERI TARBIYAH - KADANG kita terlalu sibuk membereskan urusan dunia, sampai lupa membereskan hubungan kita dengan Allah Ta'ala.

Kita ingin rezeki lancar, tetapi sholat masih ditunda. Kita ingin masalah selesai, tetapi doa dan istighfar justru ditinggalkan. Kita ingin hidup tenang, tetapi hati jauh dari Al-Qur’an. Kita ingin Allah menolong kita, tetapi kewajiban kepada-Nya belum kita dahulukan. Padahal Allah berfirman:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. At-Talaq: 2–3)

Perhatikan urutannya: takwa lebih dahulu, kemudian jalan keluar dan rezeki. Rasulullah saw juga bersabda dalam hadis qudsi:

“Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya.”
(HR. Bukhari)

Ada kisah menarik tentang Abdurrahman bin Auf ra. Ketika hijrah ke Madinah dalam rangka melaksanakan perintah Rasulullah saw, ia meninggalkan harta yang sangat besar di Makkah. Di Madinah, ia memulai kehidupan hampir dari nol. Ketika ditawarkan bantuan oleh Sa’ad bin Rabi’ ra, Abdurrahman tidak memilih untuk bergantung. Ia justru berkata: “Tunjukkan kepadaku di mana pasar.” (HR. Bukhari)

Abdurrahman bekerja, berdagang, dan membangun kembali kekayaannya. Namun kekayaannya tidak membuatnya lupa kepada Allah. Hartanya justru menjadi sarana untuk beribadah dan membantu umat. Inilah pelajaran pentingnya: Abdurrahman bin Auf ra mendahulukan hak Allah dan Rasul-Nya, tanpa meninggalkan dunia. Tetap bekerja.Tetap mencari nafkah. Tetap mengejar kesuksesan. Tetap menyelesaikan berbagai persoalan. Semuanya dilakukan setelah hak Allah ditempatkan di tempat yang pertama (hijrah).

Jangan sampai kita meminta Allah membereskan hidup kita, sementara kita sendiri tidak mau membereskan kewajiban kita kepada Allah. Bukan berarti setiap orang yang taat akan hidup tanpa masalah. Nabi saw dan para sahabat justru mengalami ujian yang sangat berat. Tetapi mereka mendahulukan Allah, sehingga hidupnya sukses dunia akhirat.

Karena itu, kalau hidup kita terasa berantakan, mungkin kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: “Apa yang selama ini aku dahulukan: Allah atau urusan dunia?”

  • Maka perbaikilah salat.
  • Perbanyak dakwah dan membina.
  • Dekatkan diri dengan Al-Qur’an.
  • Tinggalkan yang haram.
  • Dan letakkan Allah di posisi pertama dalam hidup. 
  • Niscaya beres urusanmu dengan dunia.
Namun bukan berarti semua masalah langsung hilang. Ujian merupakan bagian dari hidup itu sendiri. Tetapi mendahulukan hak Allah berarti kita sedang menempatkan hidup pada jalan yang benar.

Dahulukan Allah. Tunaikan hak-Nya. Insya Allah, Allah akan mencukupkan urusanmu dengan cara-Nya.

"Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
(QS. Muhammad: 7)

dibuat oleh
[/Satria Hadi Lubis]


REPORTER DAN EDITOR PORTAL BERITA PKS: Hamzah Sidik | Agung Tazka | Toto Abi Ihsan
Lebih baru Lebih lama