MATERI TARBIYAH - KETIKA hati mulai lelah. Bukan karena tubuh banyak bekerja, tetapi karena pikiran terlalu banyak memikirkan, hati terlalu banyak berharap, dan jiwa terlalu lama memikul beban.
Lelah menghadapi masalah.
Lelah menghadapi manusia.
Lelah dengan pekerjaan.
Lelah dengan kegagalan.
Bahkan terkadang kita tersenyum di hadapan orang lain, sementara hati berkata, “Ya Allah, aku sudah tidak kuat.”
Ketika hati mulai lelah, janganlah menjauh dari Allah. Justru kembalilah kepada-Nya.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra'd: 28)
Rasulullah saw menjalankan ayat ini. Beliau berkata kepada Bilal ra:
“Wahai Bilal, kumandangkanlah iqamah untuk shalat. Berilah kami ketenangan dengannya.” (HR. Abu Dawud)
Lihat pula Nabi Yunus as. Ketika beliau berada dalam puncak kelelahan karena ditolak kaumnya. Lalu menjauhi kaumnya sampai akhirnya beliau berada dalam kegelapan laut dan perut ikan. Beliau akhirnya kembali kepada Allah dan berdoa:
لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya': 87).
Doa ini amat baik kita lantunkan setiap saat, terutama ketika hati lelah karena sedang banyak masalah.
Nabi Ya'qub as juga pernah mengalami kesedihan yang sangat dalam ketika kehilangan Yusuf as. Beliau tidak curhat kepada siapapun, tapi kembali kepada Allah Ta'ala:
“Sesungguhnya aku hanya mengadukan kesusahan dan kesedihanku kepada Allah.” (QS. Yusuf: 86)
Rasulullah saw bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik baginya.” (HR. Muslim)
Ketika mendapat nikmat, ia bersyukur. Ketika mendapat ujian, ia bersabar. Ketika berdosa, ia bertaubat. Ketika bingung, ia berdoa. Ketika lelah, ia kembali kepada Allah.
Maka, jika hari ini hatimu sedang lelah, jangan mencari pelarian. Ambillah wudhu. Shalatlah. Bacalah Al-Qur'an. Perbanyak istighfar. Duduklah sejenak dalam keheningan. Dan ceritakan semuanya kepada Allah.
Tidak perlu kata-kata yang indah. Cukup katakan:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
"Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."(HR. Tirmidzi)
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
"Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, palingkanlah dan arahkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu." (HR. Muslim)
Sebab mungkin selama ini kita terlalu sibuk mencari ketenangan di luar, padahal Allah telah menunjukkan tempat ketenangan itu ada di hatimu ketika dekat dan mengingat Allah SWT.
Jadi, ketika hatimu mulai lelah...
Jangan menjauh.
Jangan menyerah.
Jangan berputus asa.
Kembalilah kepada Allah.
ditulis oleh
[/Satria Hadi Lubis]
